Jalan Nagari Aripan Rusak Parah, Epyardi: Kewenangan Provinsi

9
RUSAK BERAT: Kondisi jalan di Nagari Aripan X Koto Singkarak yang berlubang.(IST)

Masyarakat Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak mendesak pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan di nagari tersebut. Terutama jalan utama penghubung Aripan dengan nagari lainnya, lantaran kondisi jalan sudah rusak berat pada beberapa titik.

Jalan utama yang mengalami kerusakan tersebut merupakan akses penghubung antara Nagari Aripan dengan Kota Solok serta nagari-nagari di X Koto Singkarak dan X Koto Diatas.

Jalan tersebut merupakan jalan utama di kawasan utara Kabupaten Solok, apalagi Nagari Aripan merupakan nagari yang berbatasan langsung dengan Kota Solok. Sehingga jalan tersebut menjadi penting bagi masyarakat setempat dalam beraktivitas.

Sayangnya, kondisi jalan sangat memprihatinkan, nyaris sepanjang 4 kilometer jalan mengalami rusak seperti berlubang. Menyikapi hal tersebut, masyarakat setempat berinisiatif menutupi lubang-lubang tersebut dengan kerikil agar pada saat hujan tidak tergenang air. Kondisi demikian sangat berbahaya bagi pengguna jalan terutama kendaraan roda dua.

Dari pantauan Padang Ekspres di lapangan, Senin (10/5), jalanan cukup ramai dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Semua kendaraan yang melintasi jalan Aripan berjalan pelan.

Bahkan kendaraan roda dua terlihat meliuk-liuk di jalanan lurus. Hal itu dilakukan untuk menghindari lubang jalan, dan gundukan tinggi di badan jalan. Apalagi saat kondisi hujan, nyaris seperti kubangan lumpur.

Salah seorang warga Nagari Aripan, Yusuf, 52, menyebut, kondisi jalan seperti saat sekarang sudah dirasakan selama bertahun-tahun. Ia berharap pemerintah segera memperhatikan jalan di nagari yang berjarak hanya lebih kurang 5 kilometer dari Kota Solok.

Ia menyayangkan kondisi jalan rusak ini sudah sejak lama, padahal Pemerintah Kabupaten Solok juga sering melewati jalan Nagari Aripan, baik untuk berkunjung ke Aripan maupun berkunjung ke nagari lainnya di Kecamatan X Koto Diatas.

Baca Juga:  Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Pasar Ternak Muaropaneh Ditutup

“Saya yakin pemerintah sering lewat sini, kan ini jalan utama untuk mengunjungi nagari lainnya, maka itu tidak harus ditunggu sampai kita berteriak-teriak minta bantuan,” katanya.

Warga lainnya, Iqbal, 34, menyatakan, jika pemerintah ingin memperbaiki infrastruktur terutama jalan di Kabupaten Solok, mungkin sudah dari dulu dilakukan, sebab ia sering melihat mobil dinas Pemkab Solok lalu lalang di jalan tersebut.

“Itulah kenapa saya heran, padahal Aripan bukanlah sebuah daerah yang masuk dalam kategori pelosok,” ungkapnya.

Wali Nagari Aripan, Irwan ketika konfirmasi terkait kondisi jalan dinagari Aripan mengatakan, kondisi jalan memang sangat memprihatinkan. Warga setempat menurutnya, sudah sering melakukan aksi macam menanam padi dan pohon pisang serta memancing di jalan berlubang sebagai bentuk kekecewaan masyarakat.

Walaupun demikian, menurut pengakuannya permintaan warga agar jalan tersebut segera diperbaiki sudah disampaikan kepada pemerintah daerah. Namun dari informasi yang ia dapat, karena jalan tersebut berstatus jalan provinsi, maka dari Pemkab Solok hanya ada anggaran untuk pemeliharaan.

Sebelumnya, Bupati Solok, Epyardi Asda menegaskan pihaknya sudah berulang kali membicarakan hal itu ke Pemprov Sumbar, mengingat ruas jalan Aripan tersebut menjadi kewenangan provinsi, karena menghubungkan dua daerah yakni Kota Solok-Kabupaten Solok. Apalagi saat ini, terdapat pondok pesantren megah yang berdiri di pinggir jalan itu, tentunya akan banyak masyarakat luar yang akan menempuh jalan tersebut.

“Itu kewenangan provinsi sebenarnya, untuk perbaikan menyeluruh kita pemkab memiliki keterbatasan anggaran, maka itu tahun lalu hanya perawatan saja, dan tahun ini juga sudah dianggarkan, saya sudah sering bilang persoalan itu ke pemprov, tapi belum digubris,” tukasnya. (frk)