Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Prosesi Peresmian Mushalla Tertinggi di Sumatera

padek • Minggu, 14 Februari 2021 | 12:37 WIB
Photo
Photo

Tepat pukul 10.15 WIB, Minggu (14/2/2021), MUsholla (begitu penulisan namanya, red) di Gunung Talang diresmikan penggunaannya oleh Rektor Unand, Prof. Yuliandri. Peresmian dilakukan secara virtual menggunakan zoom meeting yang diikuti banyak orang.


“Saya terharu dan bangga sekali kepada Mapala Unand (MU) yang telah menggagas dan mewujudkan tempat ibadah yang nilai spritualnya lebih bermakna bagi para pendaki gunung ini. Kami apresiasi atas kerja ini dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terealisasinya MUsholla tersebut,” ungkap Yuliandri melalui zoom yang juga diikuti Wakil Rektor III Unand, Ir. Insannul Kamil, Ph.D, IPM, Asean.Eng, mantan Rektor Univ. Bung Hatta, Prof. Niki Lukviarman, MBA, DBA yang juga salah satu pendiri Mapala Unand.


Dalam zoom meeting yang terhubung langsung ke lokasi pembangunan MUsholla itu, Wali Nagari Aia Batumbuak, Yuneldi juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh MU dalam mengembangkan destinasi wisata pendakian gunung di nagarinya. Dia mengimbau para pendaki agar dapat menggunakan MUsholla ini sebaik-baiknya untuk beribadah.


Pembina MU, Dr. Wilson Noverino, M.Si yang turut melakukan pendakian dan membangun MUsholla ini di lapangan melaporkan, tempat ibadah tertinggi di Pulau Sumatera ini, memiliki luas 2,4 x 3,5 m.


“Dibuat dari bahan rangka baja, bergenteng metal, berlantai papan vinyl. Berdiri persis di mulut alun-alun Gunung Talang yang kerap disebut "lapangan bola" di ketinggian 2.500-an mdpl. Beberapa ratus meter menjelang puncak gunung berketinggian 2.597 mdpl ini. Jalur pendakiannya dari Aia Batumbuak, Kabupaten Solok,” paparnya.




Photo
Photo
Pembangunan mushalla dilakukan siang dan malam.

Dikatakan, MUsholla ini dikelilingi hamparan bunga edelweiss. Sementara untuk, berwudhu’ sudah dicarikan sumber air yang baru. Sehingga kebersihannya tetap terjamin.


Pendirian MUsholla ini, diinisiasi sejak Desember 2020 lalu melalui cerita lepas antar anggota MU yang kemudian dieksekusi. Pembiayaannya berawal dari donasi internal, yang kemudian mendapat sumbangan pula dari donatur lainnya. Seluruh bahan dirakit di Padang dan dipasang ulang di Gunung Talang.


“Dalam pembangunannya, kami didukung penuh Pokdarwis Kampwuang Aia Batumbuak, Satgas Bencana Kotopanjang Sijunjung yang me-loading material sampai ke atas. Termasuk dari warga desa terakhir yang dipimpin Ruslan, serta pendaki lainnya dari berbagai daerah. Sekali lagi kami berterima kasih,” ucap Wilson.


MU berniat bangunan tempat ibadah serupa, bisa dibangun di gunung-gunung lainnya yang ada di Sumbar. Dan itu tergantung pada ketersediaan waktu, dana dan material. (rel)

Editor : padek
gunung talang Mapala Unand rektor solok Yuliandri Peresmian Mushalla pendaki Tertinggi di Sumatera