Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Pasar Ternak Muaropaneh Ditutup

34

Suasana di Pasar Ternak Muaropaneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok.

Pasar ternak Muaropaneh, Kecamatan Bukit Sundi, terpaksa ditutup sementara sebagai antisipasi terhadap ditemukannya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi.

“Untuk sementara kita menutup dulu pasar ternak Muaropaneh mulai Senin (16/5) nanti, yang merupakan upaya kita untuk mencegah PMK itu,” ujar Bupati Solok, Epyardi Asda kepada Padang Ekspres, Sabtu (14/5/2022).

Adapun, penutupan tersebut bersifat sementara karena ditemukannya kasus PMK di Sijunjung. Dan sesuai SE Menteri Pertanian, Pemkab Solok menutup sementara untuk mencegah penyebarannya di Kabupaten Solok.

Tak hanya itu, Pemkab Solok juga melarang masuknya hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau dan domba dari wilayah atau daerah yang sudah ada kasus atau wabah PMK untuk masuk ke Kabupaten Solok. Hal ini juga sesuai dengan edaran dari Kementerian Pertanian.

Pihaknya juga menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap ternak, sebab penyakit tersebut dapat menyebar dengan sehingga dapat membuat kerugian besar pada ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Empat Sapi di Payakumbuh Positif PMK, Ternak Berasal dari Sijunjung

Kemudian, Pemkab Solok juga harus bergerak cepat untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penyebaran di daerah tersebut, karena vaksin untuk ternak yang terkontaminasi oleh penyakit tersebut belum tersedia.

“Kita sudah menugaskan tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan untuk melakukan pengawasan terhadap ternak yang diperjualbelikan di pasar ternak, serta juga ke masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, masyarakat Kabupaten Solok juga banyak berprofesi sebagai peternak. Ini menjadi perhatian atau atensi serius Pemkab Solok. (frk)