Pameran, Solusi Promosi dan Pemasaran Produk IKM

19
PROMOSI: Ketua Dekranasda Sumbar Harneli Mahyeldi memberikan sambutan dalam identifikasi calon peserta temu bisnis, Senin (13/9) di Gedung Sekretariat Dekranasda Kabupaten Solok.(IST)

Sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Solok, khususnya yang bergerak di industri kreatif, tahun 2021 ini sudah sering mengirimkan karya ke beberapa pameran.

“Yang terakhir, 4 perajin Kabupaten Solok lolos kurasi pameran Rumah Kriya Asri (RKA) Borobudur yang digagas oleh Dekranasda pusat melalui Dekranasda Sumbar,” ujar Ketua Dekranasda Kabupaten Solok, Emiko Epyardi,  saat kunjungan Ketua Dekranasda Sumbar, Senin (13/9) di Arosuka, dalam rangka identifikasi calon peserta temu bisnis.

Adapun keempat karya tersebut, yakni anyaman pandan, mukena sulaman timbul, rumah batik Tanah Liek Salingka Tabek dan rumah Batik Minang. “Kami berharap pameran-pameran yang ada terus berkelanjutan, sehingga bisa menjadi ajang promosi dan mencapai pasar nasional, bagi perajin atau pelaku usaha lain, khususnya dari Kabupaten Solok,” tambahnya.

Ke depannya, pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap IKM potensial, karena hal sejalan dengan visi Mambangkik Batang Tarandam yang diusung Pemkab Solok periode 2021-2024.

Ia berharap, dengan lolosnya beberapa IKM Kabupaten Solok dalam pameran tingkat nasional, bisa menjadi motivasi bagi IKM lain untuk terus meningkatkan daya saing.

Sementara itu, Kadis Koperindag dan UMKM Kabupaten Solok, Eva Nasri mengatakan  jumlah IKM Kabupaten Solok yang sudah terdaftar sebanyak 12.786 IKM  terdiri dari sandang, pangan, dan jasa.

Menurutnya, yang jadi perhatian saat ini, yakni memasuki era digital 4.0, beberapa IKM potensial, diarahkan kepada pemanfaatan teknologi dalam merambah jangkauan dan pangsa pasar baru.

Saat ini, ada sekitar 20 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Solok, yang masuk dalam produk pilihan dan unggulan kabupaten Solok, yang diprioritaskan menembus pasar nasional melalui e-commerce.

Baca Juga:  Pemkab Solok Data Ulang Pelaku UMKM

Dalam promosi dan pemasaran produk, pada saat ini peran e-commerce sangat vital dalam memperluas jangkauan pasar, dengan bekerja sama dengan e-commerce dan saat ini masih dalam tahap proses perjanjian kerja sama.

“Tahap awal baru lima produk UKM yang dipasarkan, yakni batik, anyaman pandan, dan beberapa produk kerajinan lain, kami lihat dulu bagaimana perkembangan kedepan, kalau ada peluang kita tambah jenis produknya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Dekranasda Sumbar Harneli Mahyeldi berharap kegiatan indentifikasi calon peserta temu bisnis tersebut bisa menghasilkan semangat kepada perajin.

“Apalagi di masa pandemi ini hampir diseluruh kabupaten kota yang kita kunjungi keluhannya sama menurunnya omset akibat berkurangnya wisatawan,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu peluang besar bagi perajin, yakni dengan adanya pameran dan keramaian, tetapi masa pandemi ini membuat apa yang diharapkan susah untuk diwujudkan.

Pihaknya juga sudah melakukan bimtek desain sulam, baru 3 Kabupaten kota yang ikut, kedepannya kita harapkan Kabupaten dan kota lain dapat pula mengikutinya.

Ia berharap kepada pelaku IKM untuk tetap semangat dalam memasarkan produknya di masa pandemi, dan setiap pelaku usaha harus ikut memaksimalkan e-commerce dalam pemasaran.

“Saya harap hal ini (e-commerce) menjadi perhatian kita semua, untuk membina dan mengarahkan IKM memanfaatkan pemasaran online itu, agar ada alternatif lain dalam menjual produk,” tutupnya. (frk)