Kegemaran Membaca Rendah, Pemkab Solok Kembangkan Pustaka Digital

14
ilustrasi. (net)

Kegemaran membaca di Kabupaten Solok masih relatif rendah. Faktor penyebabnya antara lain keterbatasan buku, dan kurang optimalnya pengelola perpustakaan. Serta kurangnya ajakan guru untuk gemar membaca.

”E-book merupakan salah satu instrumen Kabupaten Solok dalam rangka mewujudkan kabupaten Solok sebagai 1 dari 100 Kabupaten Smart City di Indonesia. Kita berharap aplikasi ini bisa menjadi edukasi bagi kita dan warga masyarakat yang tidak sempat ke perpustakaan karena kesibukannya. Dan akan dapat meningkatkan minat baca masyarakat Kabupaten Solok,” kata Bupati Solok, Gusmal, kemarin.

Ke depannya perpustakaan umum daerah akan mengembangkan perpustakaan digital ini, agar semua orang bisa membaca buku tanpa harus datang ke perpustakaan. ”Kami di masa pandemi Covid-19, gencar menyosialisasikan aplikasi digital I-Solok sebagai penyedia buku-buku elektronik/digital (e-book). Sehingga masyarakat tidak perlu datang ke perpustakaan untuk membaca,” ucapnya.

Kadis Perpustakaan dan Pengarsipan Kabupaten Solok, Nofiarman mengatakan hingga saat ini sudah ada 900 judul buku umum, 600 lebih judul buku untuk anak sekolah (SD, SMP dan SMA/K, aplikasi ini bisa di-download via Playstore. Manfaat aplikasi e-book tersebut, yakni bisa memberikan kesempatan kepada pembuat konten untuk lebih mudah berbagi informasi dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.

Baca Juga:  Peduli Adat Minang, Masyarakat Gaung Solok Dukung Nasrul Abit

Kemudian juga mempermudah pencarian materi pembelajaraan, serta juga dapat membantu siswa lebih mudah mencari materi dengan lebih cepat. ”Sejak di-launching November 2019 lalu, aplikasi ini mengalami peningkatan drastis jumlah kunjungan selama masa pandemi, dalam sebulan terakhir saja sudah lebih 200 orang mengunjungi laman I-Solok,” jelasnya.

Konten yang ada didalamnya juga dilindungi dengan teknologi yang dinamakan DRM (Digital Right Management) sehingga konten itu tidak bisa diubah, diganti maupun share kecuali minta izin kepada user. Aplikasi ini basisnya adalah sosial media dimana fitur-fiturnya selalu berkembang mengikuti pengalaman penggunanya. (f)