PDP Meninggal Positif Covid-19, RSUD Arosuka Tutup

Bupati Solok Gusmal meninjau Posko Pemantauan Gugus Tugas Covid-19, Rabu (8/4). (foto: humas)

Satu warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) asal Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok yang meninggal Kamis (14/5) dinyatakan positif terpapar virus korona (Covid-19).

Hal itu berdasar hasil uji swab yang dikeluarkan Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang diterbitkan Jumat (15/5). “BS meninggal Kamis (14/5). Akan tapi kami baru saja menerima hasil swab pada Jumat, dan hasilnya positif,” ujar Kabag Humas Pemkab Solok, Syofiar Syam, Sabtu (16/5).

Pasien pernah dirawat di RS M Natsir Kota Solok, Semen Padang Hospital (SPH) dan terakhir di RSUD Arosuka, Kabupaten Solok. Sebelumnya, BS pernah menjalani rapid test di RS M Natsir dan SPH, dengan hasil kedua tes, negatif.

Dari catatan RSUD Arosuka, BS masuk ke IGD RSUD Arosuka pada Rabu (13/5), dengan keluhan penyakit paru-paru. BS kemudian dirawat di ruang interne. Karena kondisi terus menurun sepulang dari SPH, BS direncanakan menjalani tindakan operasi pengeluaran cairan pleura.

Pihak RSUD Arosuka menganjurkan dilakukan tindakan isolasi. Namun, pihak keluarga meminta tidak diisolasi. Dengan alasan sudah menjalani dua kali rapid test Covid-19 dengan hasil negatif. Sehingga pasien akhirnya dirawat di Ruang Paru Interne.

Namun, Kamis pagi (14/5), kondisi pasien drop (menurun). Tindakan nebu yang dilakukan tim medis tidak berhasil. Sekira pukul 08.00, pasien dinyatakan meninggal. Karena kondisi pasien yang sebelumnya drop secara tiba-tiba, salah seorang dokter di RSUD Arosuka menganjurkan pengambilan sampel swab.

“Setelah dilakukan swab, pihak RSUD Arosuka berkeputusan untuk penyelenggaraan jenazah dengan protokol Covid-19. Namun, pihak keluarga menolak,” ungkapnya.

Dijelaskan Syofiar Syam, berdasar keterangan dari keluarga, almarhum dimandikan oleh keluarga mamakai alat pelindung diri (APD) seadanya. Yakni berupa mantel plastik dan sarung tangan. Namun, tidak semua yang memandikan jenazah memakai APD, apalagi APD khusus. Pemakaman almarhum juga tidak dilakukan dengan protokol pemakaman Covid-19.

Saat ini, tim penanganan Covid-19 Pemkab Solok melakukan pemeriksaan terhadap keluarga dan masyarakat sekitar yang ikut menyelenggarakan jenazah. Mereka yang kontak langsung dengan pasien perlu melakukan isolasi mandiri.

“Petugas sudah melakukan tracking terhadap yang melakukan kontak erat dengan BS, serta sedang dalam proses pengambilan sampel swab yang bersentuhan langsung dengan almarhum,” tambahnya.

Tambahan satu pasien positif ini, membuat Kabupaten Solok sudah mencatatkan 7 kasus positif Covid-19. Yakni lima pasien positif asal Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin dan satu pasien positif asal Nagari Bukikkanduang, Kecamatan X Koto Diateh. Rinciannya, 3 orang sembuh, 2 meninggal, 1 dirawat di Semen Padang Hospital dan 1 orang menjalani isolasi mandiri di rumah.

RSUD Arosuka Tutup

Sementara itu, berdasar tracking terhadap yang melakukan kontak dengan pasien BS, ada 9 orang keluarga almarhum (istri, anak dan cucu almarhum), sebanyak 26 warga di Kotobaru dan 31 petugas RSUD Arosuka, sudah diambil sampel swabnya untuk diuji di Laboratorium FK Unand Padang. Sekarang semuanya dalam proses isolasi.

Syofiar Syam juga mengatakan jumlah warga yang akan diambil sampel swabnya, kemungkinan bisa bertambah. Ini mengingat sampai saat ini tim gugus tugas masih melakukan  tracking  terhadap seluruh orang yang memiliki kontak erat dengan almarhum.
“Untuk sampel swab rencananya akan dikirim hari Senin (hari ini, red). Baik sampel warga dan juga tenaga medis yang sudah didata oleh petugas gabungan,” tambahnya.

Tak hanya itu, lantaran juga banyak pelayat yang datang ke rumah duka, tim penanganan Covid-19 Kabupaten Solok juga meminta masyarakat yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19, agar mengisolasi diri dan menghindari kontak langsung dengan orang lain.

Sementara itu, Direktur RSUD Arosuka, M Yones Indra mengatakan, berhubung pernah merawat pasien positif Covid-19, dan 31 perawat RSUD Arosuka diduga pernah kontak dengan pasien tersebut, Pemkab Solok sesuai persetujuan bupati menutup sementara RSUD Arosuka, mulai 16 Mei sampai 26 Mei.

“31 perawat yang pernah kontak dengan pasien dikarantina di Convention Hall Alahanpanjang dan dilakukan tes swab seluruhnya. Untuk petugas RSUD Arosuka lainnya, kami minta untuk mengisolasi diri secara mandiri di rumah,” ujarnya.

Pihaknya sudah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area rumah sakit dan memindahkan sementara pasien yang dirawat ke RSU Mohammad Natsir dan RST Solok. Penutupan RSUD Arosuka ini dilakukan sampai hasil tes swab petugas keluar, dan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Solok.

“Sementara ini pasien yang ada di RSUD Arosuka dipindahkan ke rumah sakit terdekat. Seperti RSUD M Natsir dan RST Solok, kemungkinan bisa sampai 1 minggu ditutup, dan juga sudah persetujuan dari bupati Solok,” pungkasnya. (f)