Akses Padang-Solsel Belum Bisa Dilewati

Pembersihan material longsor dengan alat berat masih terus dikebut hingga Rabu (22/4). Diprediksi jalur tersebut masih belum bisa dilewati hingga 5 hari ke depan. (IST)

Jalan Lintas Sumatera di Aiedingin, Kabupaten Solok diprediksi belum bisa dilewati hingga seminggu ke ke depan. Pasalnya, jalur yang menghubungkan Padang-Solok Selatan itu masih dilakukan pembersihan material pascalongsor yang terjadi pada Sabtu lalu.

“Longsor cukup panjang, material longsor banyak, dan jalan ikut ambruk. Itu yang membuat kerja lama. Mudah-mudahan bisa segera dibangun jembatan darurat,” kata Camat Lembahgumanti, Zaitul Ikhlas, kepada Padang Ekspres, kemarin.

Setelah pembersihan selesai, sebut Zaitul Ikhlas, rencananya akan dibangun jembatan darurat di lokasi. Dengan harapan bisa dilewati kendaraan roda dua.

“Jika tidak dibangun jembatan itu maka akses Padang-Solsel akan terganggu begitu pun sebaliknya. Pasalnya, saat ini akses alternatif menuju daerah Seribu Rumah Gadang tersebut dialihkan ke Pesisir Selatan dan Dharmasraya,” ucapnya.

Ia mengatakan kondisi itu sudah disampaikan pihaknya ke Pemkab Solok yang akan berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Padang. Dengan harapan agar persoalan itu bisa disikapi dengan cepat. Seperti pembuatan jembatan darurat, sehingga akses tidak begitu lama terputus.

“Selain itu, saat ini ada jalur alternatif yang sedang dikerjakan masyarakat Nagari Aiedingin. Yakni memanfaatkan jalur dari Jorong Sungai Abu, Aiedingin menuju Solsel. Jalannya persis berada di bawah jalan nasional yang tertimbun material longsor. Tapi jalur itu hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan jalan setapak yang digunakan masyarakat setempat untuk menuju ke lahan pertanian,” tutur Zaitul Ikhlas.

Terpisah, Bupati Solok Gusmal menyebutkan jalan menuju Solok Selatan adalah jalan nasional dan itu tanggung jawab Balai Jalan Nasional. Pemkab Solok bertanggung jawab untuk penanganan wilayah yang terdampak saja, seperti di Kecamatan Pantai Cermin.

Pemkab Solok juga sudah sepakat dengan BBPJN Wilayah III Padang dan Pemprov Sumbar untuk segera membangun jembatan darurat di titik longsor yang menyebabkan akses Padang-Solsel tersebut putus. Tapi harus menunggu, sampai material longsor bisa dibersihan.

“Sudah saya tugaskan Kadis PUPR menanganinya. Mungkin mereka turun ke lapangan hari ini (kemarin, red) karena baru ada kesepakatan dengan Balai Jalan Nasional
kemarin,” sebutnya.

Terkait masyarakat Pantai Cermin yang terisolasi akibat putusnya akses menuju kawasan itu, dikatakan Gusmal, ini sama halnya dengan masyarakat Solok Selatan. Untuk sementara akses dialihkan via Pesisir Selatan dan Jambi, meskipun harus memakan waktu selama lebih kurang 15 jam perjalanan.

Pasang Imbauan
Terpisah, Kasat Lantas Polres Solsel, AKP Dwi Yulianto menyebut, sejauh ini belum ada terjadi permasalahan lalu lintas berupa kemacetan pasca-bencana itu. Namun begitu, pihaknya telah memasang imbauan agar pengguna jalan tidak melewati jalur Padang-Solsel sementara waktu.

“Pengalihan arus ini baru sebatas imbauan kepada pengendara. Belum sampai melibatkan personel turun mengatur ke lapangan, karena tidak ada terjadi kemacetan,” kata Kasat.

Mereka yang ingin ke Solsel, bisa mengitari jalur Pesisir Selatan ke Sungai Penuh, Kerinci selanjutnya ke Solsel. Bisa juga lewat jalur Solok ke Dharmasraya dan tembus ke Solsel.

“Akses dari Dharmasraya ini, dinilai lebih sulit menuju pusat Kabupaten Solsel Padang Aro, karena sebagian masih jalan tanah,” tuturnya.

Imbauan sendiri lanjutnya, disampaikan lewat spanduk, media sosial termasuk lewat anggota polisi langsung yang ada di posko perbatasan. Spanduk imbauan tersebut dipasang di tiga titik jalur. Yakni, di gerbang Balun, di posko terpadu penanggulangan Covid-19 perbatasan Solok-Solsel dan di gerbang perbatasan Kerinci-Solsel.

“Selain itu, anggota di lapangan, baik berada di posko atau giat di lokasi lain juga menginformasikan ke warga tentang peralihan arus sementara ini,” paparnya.

Di sisi lain, pembersihan material bencana longsor yang memutus arus lalu lintas di jalan utama Padang-Solsel masih dikebut di Aiedingin. Hingga akses bisa dibuka dan terhubung kembali, lalu lintas pengendara sementara terpaksa beralih
ke jalur lain yang ada. (f/p)