Terapkan Layanan Berbasis Inklusi

ilustrasi. (jawapos.com)

Dalam rangka meningkatkan minat dan budaya literasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, gaungkan program inovasi bertajuk layanan berbasis inklusi.

”Dalam konsep layanan berbasis inklusi ini, kami ingin mengubah pola pikir seluruh pihak tentang pustaka yang bukan hanya sekadar tempat menyimpan buku, tapi juga untuk meningkatkan semangat literasi masyarakat,” kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Solok, Nofiarman.

Layanan inklusi ini maksudnya ialah tim dari pustaka turun ke lapangan, lalu mengajak masyarakat untuk melakukan kegiatan. Seperti pelatihan mengolah keterampilan berupa membuat makanan, kerajinan dan lain sebagainya, yang dasarnya dari buku. Lalu mengajak masyarakat membaca buku tersebut, dan mempraktikkannya.

Buku tidak hanya sekedar bacaan, melainkan ilmu yang didapat langsung dipraktikkan. Selain itu, perpustakaan juga diharapkan mampu memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Ia mengatakan pada 2021 mendatang Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kabupaten Solok akan meningkatkan pelayanan membaca untuk anak-anak dan masyarakat umum. Dengan tujuan meningkatkan semangat literasi sejak dini.

Hal pertama yang akan ia lakukan untuk melakukan perbaikan pada perpustakaan umum daerah, yakni dengan menyediakan buku yang dekat dengan kehidupan masyarakat Solok. Seperti di sekitar banyak petani sawah, buku yang tersedia ialah buku-buku yang berisi tentang pengetahuan perihal padi, sawah dan pengetahuan lain yang berkaitan.

Baca Juga:  Prof. Elfi Sahlan, Mantan Wakil Bupati Solok Meninggal Dunia di SPH

Menurutnya perpustakaan berperan penting dan memiliki fungsi pendidikan, penelitian, referensi, informasi serta rekreasi. Ia berharap pencanangan buku bergulir di nagari Kabupaten Solok dapat menjadi wahana strategis yang merupakan sumber belajar, ilmu dan pendukung utama bagi gerakan pembudayaan gemar membaca masyarakat indonesia dan selanjutnya dapat dicontoh daerah lain.

Sebagai alternatif, Pemkab Solok juga luncurkan aplikasi digital I-Solok, sebagai penyedia buku-buku elektronik/digital (e-book). Sehingga masyarakat tidak perlu datang ke perpustakaan untuk membaca.

Adapun manfaat aplikasi e-book tersebut, yakni bisa memberikan kesempatan kepada pembuat konten untuk lebih mudah berbagi informasi dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, kemudian juga mempermudah pencarian materi Pembelajaraan, serta juga dapat membantu siswa lebih mudah mencari materi dengan lebih cepat.

Dikatakannya, saat ini Pustaka Daerah Kabupaten Solok memiliki sekitar 20.000 eksemplar koleksi buku dari berbagai kategori. Bagi kalangan mahasiswa juga tersedia skripsi, tesis hingga jurnal hasil penelitian. Biasanya hasil penelitian para sarjana ini berasal dari sumbangan para pegawai Pemkab Solok.

Mulai dari buku filsafat, psikologi, pertanian, agama, seni, ilmu sosial, matematika, IPA, buku anak-anak. Bahkan di perpustakaan tersebut juga ada karya-karya fiksi seperti novel dan roman dari para pengarang terkemuka. (f)

Previous articleDua Nagari jadi Contoh Pengembangan Wisata
Next articleMusim Oezil Sudah Berakhir