Iriadi Dt Tumanggung Layangkan Gugatan ke Bawaslu Kabupaten Solok

224
Bacalon Bupati Solok Ir H Iriadi Dt Tumanggung digagalkan KPU berdasarkan tes kesehatan IDI.

Terdepaknya Ir H Iriadi Dt Tumanggung dari kancah Pilkada Kabupaten Solok 2020 masih berbuntut. Bacalon Bupati Solok itu melayangkan gugatan terhadap KPU ke Bawaslu Kabupaten Solok.

Salah seorang tokoh perantau asal Solok, Eddie Moeras SH MH, angkat bicara. Ia menilai secara normatif, KPU Kabupaten Solok memang telah menetapkan pasangan calon (paslon) kepala daerah dan wakil kepala daerah sesuai jadwal, dan berdasar pada data administratif, dan asumsi kesehatan seseorang ke depannya.

“Namun, kejelimetan KPU Kabupaten Solok itu ternyata dapat diduga dan dimungkinkan bahwa penetapan Paslon Pilkada Kabupaten Solok masih ada yang keliru. Hal ini tentu mengundang kontroversi. Satu sisi merugikan pihak lain, sisi lain juga menguntungkan pihak lainnya,” ujar Eddie Moeras, Jumat (25/9/2020).

Seperti diketahui, pada tahap pemeriksaan administrasi ada 4 Bapaslon yang mendaftar ke KPU Kabupaten Solok. Hasilnya ke-4 bapaslon yang diusung partai politik itu seluruhnya memenuhi syarat dan sah secara administrasi

Nah, masalahnya mulai timbul saat hasil pemeriksaan kesehatan di RSUP M Djamil Padang. Ada bapaslon yang gagal, yakni bacalon atas nama Iriadi Dt Tumanggung.

“Secara profesi, tugas dokter hanya sebatas memeriksa kesehatan para kandidat calon. Menurut hemat kami, dokter tidak memiliki kewenangan mengeluarkan rekomendasi atas hasil pemeriksaannya terhadap para calon, termasuk terhadap pemeriksaan kesehatan Iriadi Dt Tumanggung,” ujar Eddie, yang berprofesi sebagai praktisi hukum.

Eddie mengaku bersimpati dengan perjuangan Iriadi Dt Tumanggung terkait persoalan kesehatan yang telah membuat gagal maju dalam Pilkada. Dalam kasus ini, kata Eddie Moeras, KPU Kabupaten Solok diduga dalam penetapan terhadap hasil pemeriksaan kesehatan Iriadi Dt Tumanggung itu, telah menyimpulkan berdasarkan asumsi terhadap sesuatu yang belum terjadi, atau sesuatu yang belum pasti terjadi terhadap kesehatan seseorang di masa yang akan datang.

Baca Juga:  Kegemaran Membaca Rendah, Pemkab Solok Kembangkan Pustaka Digital

”Asumsi atas kesehatan seseorang ke depan, yang akhirnya memutuskan dan menetapkan Iriadi Dt Tumanggung tidak memenuhi syarat kesehatan, menurut kami hal ini adalah suatu keputusan dan penetapan yang keliru. Karena faktanya belum ada saat ini, melainkan didasarkan atas asumsi yang belum tentu akan terjadi,” ujar Eddie.

Eddie Moeras menyambut baik upaya Iriadi Dt Tumanggung yang melakukan second opinion dengan melakukan pemeriksaan kesehatan di dua rumah sakit lainnya. “Iriadi Dt Tumanggung melakukan pemeriksaan kembali atau second opinion melalui dokter jantung di Rumah Sakit Jantung DKI Jakarta, dan Rumah Sakit Semen Padang Hospital (SPH). Hasil dari second opinion itu, kesehatan Iriadi Dt Tumanggung dinyatakan baik,” ungkap Eddie.

Eddie berharap semoga KPU Kabupaten Solok lebih hati-hati, objektif, dan berkeadilan dalam memutus dan menetapkan keputusannya, karena hal ini terkait kepentingan masyarakat Solok di ranah maupun di rantau.

Eddi Moeras berharap upaya Iriadi Dt Tumanggung yang mengajukan upaya hukum ke Bawaslu Kabupaten Solok, membawa hasil. “Semoga Bawaslu Kabupaten Solok dapat mempertimbangkan dengan bijaksana dan seadil-adilnya, agar demokrasi dan hukum tegak di Kabupaten Solok. Semoga semua pihak tidak beropini, dan dapat menahan diri dengan tidak menyimpulkan berdasarkan asumsi kecuali telah diputus oleh Instansi yang berwenang dan telah berkekuatan hukum tetap dan mengikat,” ujar Eddie. (*/hsn)