Satu Keluarga di Kabupaten Solok Dinyatakan Positif

Tiga orang warga Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, terpapar positif Covid-19 berdasarkan hasil swab yang keluar kemarin (28/4), ketiga pasien tersebut memiliki riwayat kontak erat dengan dua pasien sebelumnya.

Ketiga pasien tersebut, adalah istri, cucu dan menantu dari SF, 77, pasien positif pertama di Kabupaten Solok yang meninggal di RSUP M Djamil Padang, Selasa (21/4) lalu. Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Solok Syafiar Syam mengatakan, ketiga pasien positif Covid-19 tersebut warga Jorong Gaduang, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin yang merupakan keluarga dari pasien positif sebelumnya.

”Hasil tes swab ketiga pasien tersebut diterima oleh Dinas kesehatan tadi malam (27 April 2020),” ujar Syofiar Syam, kemarin (28/4). Ketiga pasien adalah ”E”, perempuan, 52, istri dari SF, 77, pasien positif pertama di Kabupaten Solok. Lalu ”M” laki-laki, 41, suami ”MRZ”, 35, yang sebelumnya berdasarkan hasil swab Laboratorium FK Unand, juga dinyatakan positif Covid-19. Pasien ketiga adalah ”RM” laki-laki umur 3 tahun, anak dari MRZ.

Sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Solok telah merilis dua orang warga Jorong Gaduang, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, dinyatakan positif Covid-19. Pertama SF, 77, meninggal, dan kedua MRZ, 35, isolasi mandiri. ”Jadi keempat pasien yang positif ini adalah satu keluarga, dan memiliki riwayat kontak langsung dengan SF yang meninggal pada Selasa (21/04) lalu,” jelas Syofiar Syam yang juga Kabag Humas Permkab Solok.

Saat ini, tambah dia, MRZ yang sebelumnya karantina mandiri di rumah sudah dibawa bersama ketiga pasien lainnya ke Kota Padang untuk di karantina di fasilitas milik Pemprov Sumbar.

Sepekan terakhir, menurut dia, tiga orang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal. Yakni, A, 59, asal Talangbabungo, Kecamatan Hilirangumanti; G, 67, warga Gantungciri, Kecamatan Kubung; dan EM, 58, asal Muaropaneh Kecamatan Bukit Sundi. Ketiganya dinyatakan negatif Covid-19. ”Hasil swab ketiganya keluar Senin (27/4) malam, ketiganya negatif,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Solok Gusmal menegaskan setiap masyarakat harus membangun kesadaran sendiri dengan mengikuti aturan-aturan yang ada dalam pencegahan virus Covid-19 ini. Menurut dia, paling berbahaya dari Covid-19 tersebut adalah penyebarannya, karena virus ini sangat mudah berpindah. Jika semakin banyak yang kena, maka semakin besar juga kemungkinan virus tersebut untuk terus menular. Apalagi, jika yang terkena memiliki daya tahan tubuh yang lemah, maka sangat fatal.

”Itulah kenapa perlu sekali berterus terang, baik ODP, PDP, maupun positif. Mereka bukan musuh yang harus dijauhi, tapi perlu dukungan karena mereka juga sedang berjuang untuk kita, dan kita pun juga harus berjuang dengan cara mengurangi aktivitas tidak perlu demi memutus rantai penyebaran virus ini,” jelasnya.

Bertambah 23 Kasus

Hingga pukul 16.00 kemarin, total kasus positif di Sumbar mencapai 144 orang. Kasus baru tersebut tersebar di Padang, Padangpariaman, Kabupaten Solok dan Payakumbuh. ”Terbanyak Padang yakni 18 orang, dan semuanya isolasi mandiri di rumahnya masing-masing di bawah pengawasan ketat tim kesehatan,” kata Jasman melalui rilis resmi yang diterima Padang Ekspres, kemarin (28/4).

Sebaran ke-18 kasus baru di Padang ini, menurut dia, Parakkarakah, Subarangpadang, Kuranji, Auaduri, Nanggalo, Koronggadang, Kompleks Cendana Padang Timur, Gurunlaweh, Gunungpangilun, Belimbing dan Tanahsirah. ”Mereka diduga transmisi lokal dari orang yang terinfeksi sebelumnya. Sumbernya masih dari klaster yang sama, Pegambiran dan Pasar Raya Padang,” ungkap Jasman.

Untuk tiga pasien baru positif Covid-19 di Kabupaten Solok, mereka berasal dari Surian karena sebelumnya juga terdapat pasien positif. ”Semuanya sekarang isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” terangnya.

Ia menjelaskan, juga ada 1 pasien asal Sintuak Padangpariaman dan 1 pasien dari Kecamatan Payakumbuh Selatan, Payakumbuh. Mereka juga isolasi mandiri. ”Dengan demikian dari 144 kasus positif Covid-19 di Sumbar, 40 di antaranya masih dirawat, isolasi mandiri di rumah 49 orang, berbagai pusat karantina 19 orang, meninggal dunia 14 orang dan sembuh 24 orang,” paparnya.

Selain kasus positif Covid-19, total orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 7.750 orang. Rinciannya, 468 orang masih dalam proses pemantauan dan 7.282 orang sudah selesai dipantau. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 369 orang. Di antaranya 48 orang masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil laboratorium, 313 orang negatif Covid-19 dan 8 orang isolasi mandiri di rumah. (fr/i/a)