Tambah Tenaga Medis Perbatasan Solsel-Kerinci, Beri Insentif

Plt Bupati Solsel Abdul Rahman meninjau Posko Gugus Tugas Covid-19 di perbatasan arah Kerinci, Jambi, di Ulu Suliti Koto Parik Gadang Diateh, Rabu (1/4). Foto: humaskab)

Arus lalu lintas orang yang memasuki Kabupaten Solok Selatan (Solsel) masih banyak. Agar pemeriksaan orang di Pos Gugus Tugas Covid-19 perbatasan Ulu Suliti, Koto Parik Gadang Diateh dengan Kabupaten Kerinci, Jambi itu, maka dibutuhkan tambahan tenaga medis.

Dengan adanya tambahan, maka petugas medis yang bertugas nantinya menjadi tiga shift sehari dan tidak kelelahan.

“Tenaga medis yang saat ini ditugaskan dua orang per shift, saya instruksikan ditambah dua lagi. Jadi kalau sehari itu ada tiga shift, maka ada 12 orang petugas kita siapkan di pos Ulu Suliti ini,” jelas Plt Bupati Solsel Abdul Rahman ketika kembali meninjau Pos Gugus Tugas Covid-19 itu, Rabu (1/4).

Abdul Rahman menjelaskan bahwa tenaga medis yang bertugas untuk penanganan wabah korona baru itu, segera disiapkan aturannya sehingga bisa diberikan insentif.

Terkait alat pelindung diri (APD) bagi petugas, kata Rahman, disiapkan anggaran hingga Rp 5 miliar. Bahkan, dalam waktu dekat dibuka lowongan bagi tenaga medis sebanyak 27 orang, terdiri dari 5 orang dokter, 20 perawat, dan 2 orang laboratorium.

“Tenaga medis harus disiapkan. Termasuk perlindungan diri, nutrisi, dan tenaga medis tersebut. Untuk pos perbatasan sendiri nantinya ada sharing (pembagian) pembiayaan dengan pemerintah provinsi,” imbuhnya saat peninjauan bersama Kapolres AKBP Imam Yulisdianto dan Letda CAJ Abdul Rais dari TNI AD.

Setelah mengunjungi pos pemantauan di Ulu Suliti, Abdul Rahman dan rombongan Camat Sangir Balai Janggo (SBJ) Muslim dan Kasat Pol Epli Rahmat meninjau Pos Gugus Tugas batas Solsel dengan Dharmasraya di Log Batu Sandi, Nagari Sungai Kunyit, SBJ.(ptr)