100 Sampel Tes Swab Nakes di Solok Selatan Dikirim ke Padang

Tim Penanganan Covid 19 Solsel mengambil sampel swab warga dan tenaga kesehatan yang dicurigai terpapar virus korona (Covid-19) di daerah itu. Hasilnya dikirim ke Laboratorium Medik Fakultas Kedokteran Unand, kemarin (1/5). (IST)

Sebanyak 100 orang terdiri dari masyarakat dan tenaga kesehatan di Solok Selatan melakukan tes swab, karena dicurigai terpapar virus korona (Covid-19).

Sampel swab tersebut akan dikirim ke Laboratorium Medik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Jumat (1/5/2020). Hasilnya akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Dalam pengambilan sampel itu, anggota keluarga SF, Warga Surian, Kabupaten Solok yang positif korona, yang berdomisili di Ulu Suliti, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Solsel juga ikut menjalani tes.

”Sejak kemarin sampel swab yang dicurigai diambil dan ada sekitar lima orang, termasuk SF, warga Surian, Kabupaten Solok yang tinggal di daerah Solsel. Sebab, sewaktu orang tuanya positif korona, mereka pernah mendatanginya,” kata Kabag Humas Pemkab Solok Selatan, Firdaus Firman yang juga Juru Bicara Penanganan Covid 19, kemarin (1/5/2020).

Ia mengatakan, saat ini Kabupaten Solsel termasuk zona hijau karena belum ditemukan warga yang positif korona. Untuk itu, katanya, perlu kewaspadaan tim penanganan serta pemerintah daerah dan masyarakat agar tidak kebobolan seperti Kota Padangpanjang yang secara mendadak 13 tenaga kesehatannya positif korona.

Oleh sebab itu, masyarakat dan tenaga medis yang dicurigai harus melakukan tes swab sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran virus. ”Mudah-mudahan saja 100 sampel yang dikirim oleh Dinas Kesehatan Solsel menunjukan hasil negatif,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman menambahkan, 100 orang yang diambil sampelnya itu terdiri dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dicurigai, Pelaku Perjalanan Daerah Terjangkit (PPDT) yang dicurigai, dan tenaga kesehatan di Solsel.

”Dan ada sekitar 5 sampel swab anggota keluarga warga Surian, Kabupaten Solok yang tinggal di Solsel ikut diambil,” ujarnya.

”Pengambilan sampel itu kami lakukan Kamis (30/4). Sampelnya dikirim hari ini (kemarin, red). Pengambilan sampel ini sesuai dengan intruksi gubernur yang mengharuskan daerah yang zona hijau wajib mengirim sampel 100 orang yang dicurigai terpapar,” jelasnya.

Tim juga ingin memastikan orang yang dicurigai tersebut tidak terjangkit covid-19. Selain itu, dengan diambilnya sampel tenaga mesis tentu juga akan memberikan rasa aman kepada tenaga medis lainnay di Solsel dalam bekerja.

Selain itu, pihaknya telah melengkapi seluruh tenaga kesehatan dengan Alat Pelindung Diri (APD). Masing-masing 5 pcs per puskesmas (level 3), dan 10 pcs (level 1 dan 2).

Serta kesemua survailance di seluruh puskesmas. Artinya, kecemasan tenaga medis yang bertugas setiap hari melayani masyarakat dapat terjawab dengan adanya APD.

”Setiap puskesmas di Solsel sudah mendapatkan APD level 1, 2 dan 3. Ini dalam memberikan keamanan para medis yang bertugas melayani kesehatan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman mengimbau agar perantau yang datang secara sembunyi-sembunyi ke Solsel, terutama dari daerah pandemic agar melapor dan mengecek kesehatan ke puskesmas terdekat.

Selain itu kejorongan juga diminta proaktif memantau warga yang datang dari daerah pandemi dan melaporkannya ke Gugus Penanganan Covid-19. ”Ini salah satu cara memutus mata rantai penyebarab Covid-19,” pungkasnya. (tno)