Deteksi Dini, Solsel Uji 109 Sampel Swab ke Laboratorium Unand

Pengambilan swab salah seorang warga di Solsel untuk diuji di Laboratorium FK Unand. (Foto: Humas Pemkab)

Kabupaten Solok Selatan (Solsel) merupakan salah satu dari enam kabupaten dan kota di Sumbar yang belum ada laporan pasien positif Covid-19.

Sebagai upaya deteksi dini, sebanyak 109 orang dari berbagai lokasi di Solsel diambil sampel swabnya untuk diuji di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK-Unand) Padang.

Kepala Dinas Kesehatan Solsel Novirman menyebutkan, pada Kamis (30/5/2020) dan Jumat (1/5/2020) sebanyak 109 orang diambil sampel swabnya untuk diuji di FK-Unand. Pemeriksaan itu untuk mengetahui apakah positif atau negatif Covid-19.

“Di samping pasien dalam pengawasan (PDP), mereka orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), sebagian dari pelaku perjalanan dari daerah terdampak (PPT) serta para tenaga medis,” ujar Novirman di Padang Aro, Jumat (1/5/2020).

Menurut Novirman, pengambilan sampel itu menindaklanjuti surat Gubernur Sumbar yang meminta dilakukan uji swab lebih banyak. Sebagai langkah antisipasi, khususnya di daerah-daerah masih tergolong zona hijau, atau belum ditemukan positif covid-19, termasuk Solsel.

Pihaknya berharap sampel yang telah dikirim itu negatif semuanya sehingga Solsel tetap berada di zona hijau. “Mudah-mudahan hasil swab yang akan keluar beberapa hari ke depan negatif semua,” ucapnya.

Terkait alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis, Novirman menegaskan telah tersedia, baik di RSUD maupun puskesmas. Para survailance dan tenaga medis lainnya yang sering berhubungan dengan masyarakat juga diawasi/dipantau.

“Masing-masing puskesmas saat ini diberikan lima APD (level 3) serta 10 APD (level 1 dan 2). Termasuk survailance di seluruh puskesmas. Stok APD di Dinas Kesehatan masih ada,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terdapat enam kabupaten dan kota di Sumbar yang belum ada pasien positif Covid-19, yakni Agam, Solok Selatan, Sijunjung, Limapuluh Kota, Kota Solok dan Sawahlunto.

Menurut pakar Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat dari Unand Dr. Defriman Djafri, enam daerah itu harus meningkatkan kewaspadaan.

Perlu dilakukan deteksi dini secara masif, dan memperketat pengawasan pembatasan gerak perjalanan. Apalagi sudah terjadi beberapa kasus penularan antar-kabupaten dan kota di Sumbar.

“Waktu itu saya ingatkan, Padangpanjang yang sebelumnya nol. Ternyata kemarin benar, langsung “meledak” 13 kasus (tenaga kesehatan positif Covid-19, red),” ujar doktor bidang Epidemiology dari Prince of Songkla University, Thailand ini. (esg)