Istri dan Keponakan Korban Berikan Keterangan

Kedatangan keluarga D ke Mapolda Sumbar sekitar pukul 10.51. Mereka juga didampingi kuasa hukum berasal dari LBH Pergerakan Indonesia. (IST)

Penyidikan terhadap kasus tembak mati pelaku judi berinisial D di Solok Selatan, terus dilakukan Polda Sumbar. Kemarin, pascapenetapan dan ditahannya satu personel polisi, polisi melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

Para saksi yang dimintai keterangan tersebut berasal dari keluarga korban kasus tembak mati DPO judi tersebut. Para saksi terdiri dari istri dan dua keponakan D. Kedatangan keluarga D ke Polda Sumbar sekitar pukul 10.51. Mereka juga didampingi kuasa hukum berasal dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pergerakan Indonesia.

Tampak istri D juga membawa sang buah hati yang masih berusia sekitar empat tahun. Selanjutnya, rombongan tersebut naik ke lantai empat Mapolda Sumbar. Hanya tiga orang yaitu istri serta dua keponakan D yang masuk ke ruangan penyidik Subdit 1 Ditreskrimum Polda Sumbar untuk memberikan keterangan.

“Penyidik Polda Sumbar sudah bertindak dengan cepat, yaitu masuk ke tahap penyidikan dengan memeriksa dan mengambil keterangan saksi yang melihat peristiwa tersebut,” kata salah seorang kuasa hukum keluarga D, Guntur Abdurrahman di sela pemeriksaan.

Menurut Guntur, ketiga keluarga D yang diminta keterangan ini berada di lokasi kejadian saat proses penangkapan. Bahkan, istrinya juga sempat merekam video. “Istri korban yang melihat langsung suaminya ditembak mati dan sempat merekam video yang viral itu. Kemudian dua keponakan korban yang berada di rumah juga melihat orang segerombolan datang yang kemudian diketahui polisi,” katanya.

Baca Juga:  Sempat Viral, PT SEML Jamin Semburan Uap Putih tak Berbahaya

Seperti diketahui, proses penangkapan berujung penembakan D terjadi pada 27 Januari sekitar pukul 14.30. Klaim pihak kepolisian, penembakan dilakukan karena D melakukan perlawanan dan melukai petugas.

Namun pihak keluarga D melalui kuasa hukumnya membantah semua kronologi yang diberikan pihak kepolisian. Pihak keluarga mengklaim D tak melakukan perlawanan dan menggunakan sejata tajam.

Akibat penembakan ini pun berujung penyerangan Polsek Sungai Pagu oleh massa. Bahkan massa juga sempat melakukan pemblokiran jalan. Polda Sumbar pun telah memeriksa tiga personel kepolisian resor Solok Selatan atas dugaan tembak mati DPO judi (D), pada Rabu (27/1) sekitar pukul 14.30 WIB.

Ketiganya diduga menyalahi Standar Operasional Prosedur (SOP) pada saat melakukan penangkapan terhadap D hingga menyebabkan DPO kasus tindak pidana judi tersebut tewas.

“Polda sudah menurunkan tim dari Propam dan Itwasda melakukan pengecekan prosedurnya apakah sesuai dengan SOP atau tidak. Senjata yang digunakan diamankan Propam di sana,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu, Jumat (29/1). (rid)