Solsel Sediakan 100 Ton Paket Sembako

71
Komisi II DPRD Solsel mendapati bantuan menumpuk saat meninjau gudang penyimpanan logistik di Dinsos Solsel beberapa waktu lalu. (Foto: IST)

Sebanyak 100 ton paket sembako disediakan oleh Pemkab Solok Selatan (Solsel), khusus bagi warga yang tidak menerima bantuan sosial (bansos) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Termasuk paket sembako dari berbagai perusahaan, disiapkan untuk masyarakat yang belum mendapatkan bantuan terdampak Covid-19.

“Lebih dari 100 ton paket sembako kita siapkan untuk warga yang tidak dapat BLT dan bansos lainnya. Sehingga bantuan merata untuk seluruh masyarakat Solsel,” ungkap Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman kepada Padang Ekspres, Selasa (2/6).

Diperkirakan bantuan itu bisa membantu masyarakat di 39 nagari yang ada di tujuh kecamatan di Solsel. Apalagi adanya tambahan paket sembako dari Coorporate Soscial Responsibility (CSR), yang menjadi tanggung jawab perusahaan terhadap daerah yang tengah dilanda wabah korona. “Bantuan perusahaan berupa beras, minyak goreng dan lainnya. Bagi yang belum dapat, maka kita bantu dengan sembako,” paparnya.

Pemkab juga akan mengalihkan dana BLT yang penerimanya terdaftar ganda, sebut Abdul Rahman. Atau yang tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, dan lainnya. Termasuk data perangkat nagari yang terdaftar sebagai penerima BLT. Maka akan dialihkan kepada masyarakat lain yang belum terdata, sehingga tidak terjadi permasalahan penyaluran bantuan di kemudian hari.

Plt Bupati Solsel itu mengakui, bisa saja di antara masyarakat belum terdata sebagai penerima BLT. Baik dikarenakan keterbatasan alokasi anggaran, persoalan administrasi, atau persoalan lain. ”Jadi, kalau sudah 84 persen yang sudah mendapatkan bantuan, berarti tinggal 16 persen yang belum mendapatkannya,” jelasnya.

Ditambah perantau yang pulang kampung, atau karena tidak terdata karena tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) mungkin juga sangat membutuhkan. Untuk itu, sepanjang kemampuan daerah, tetap di berikan bantuan melalui sembako yang memang sudah disiapkan. “Bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, maka diharapkan dinas sosial, pihak kenagarian dan jorong segera melakukan pendataan dan pengusulan kembali,” terangnya.

Termasuk pendataan pengembalian BLT kabupaten, akibat terdata ganda dengan bantuan lainnya. Pengusulan ini nantinya tentu betul-betul untuk masyarakat yang sangat membutuhkan di tengah pandemi korona ini. Jika sudah mendapatkan bantuan dari skema yang lain, maka tidak boleh lagi mendapatkan bansos kabupaten. Oleh sebab itu, hari ini sudah instruksikan agar segera mungkin agar distribusikan BLT Kabupaten ke seluruh nagari-nagari. (tno)