Penyaluran BLT, Ditargetkan Seminggu Tujuh Nagari Tuntas

48
OPTIMISTIS TUNTAS: Penyerahan BLT secara simbolis kepada penerima di Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir. (Arditono - Padek)

Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dari APBD Solok Selatan (Solsel) kerja sama Bank Nagari membutuhkan waktu 4 hari untuk satu kenagarian. Sejak Selasa (2/6), baru satu nagari tuntas penyaluran dilakukan.

“Kami menargetkan sampai Jumat (5/6), Bank Nagari sudah menuntaskan penyaluran BLT pada tujuh nagari,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Solok Selatan, Zulkarnaini kepada Padang Ekspres, Rabu (3/6).

Berdasar data Dinsos PMD, jumlah penerima BLT APBD Kabupaten Solsel tersebut sebanyak 17.141 orang. Pencairan BLT ke masyarakat disalurkan untuk April, Mei dan Juni 2020. Jadi, anggaran BLT kabupaten dicairkan sekaligus dengan besaran Rp1,8 juta kepada satu orang penerima bantuan.

Pemimpin Bank Nagari Cabang Lubuk Gadang, Hendri mengatakan, proses pencairan satu orang penerima oleh pihak bank maksimal dua menit. Di setiap nagari yang menyalurkan bantuan BLT, hanya ada dua petugas bank. “Dalam sejam kita bisa melayani 30-35 orang penerima bantuan. Pihak bank hanya membantu proses penyaluran, dan teknisnya oleh dinas terkait,” ungkapnya.

BLT dicairkan untuk tiga bulan sesuai kesepakatan Pemkab Solsel dengan pihak Bank Nagari. Dan penerima harus yang bersangkutan langsung mengambil ke petugas bank.

Ketua DPRD Solsel, Zigo Rolanda menyebutkan, selama melakukan monitoring pencairan dan BLT Kabupaten di sejumlah nagari ia melihat situasi masih kondusif.

“Proses pencairan berjalan lancar, bagi penerima hendaknya uang bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Sebab, belum tentu ada lagi bantuan seperti ini pasca-Covid-19 nantinya,” tuturnya.

Pasar Semi Modern Ramai

Di sisi lain, pasar semi modern Padang Aro, banjir pengunjung dari pagi hingga sore kemarin (3/6). Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, banyak masyarakat berbelanja kebutuhan pokok.

Mereka mulai berbelanja karena telah menerima bantuan sosial (Bansos) dan bantuan langsung tunai (BLT) yang disalurkan oleh pemerintah ke masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Tingkat jual beli hari ini sangat tinggi berbeda dengan hari-hari sebelumnya,” kata Iqbal, pedagang ikan air laut, Rabu (3/6).

Rata-rata pedagang ikan mengalami lonjakan pembeli. Selama pandemi pasar tersebut sepi pembeli karena ekonomi warga ikut berpengaruh akibat wabah tersebut. Meski aktivitas jual beli sangat tinggi, namun sejumlah harga kebutuhan pokok masih tetap stabil.

Ernita, pedagang ikan air tawar mengatakan, harga ikan masih stabil diangka Rp37 ribu per kilogram. “Situasi pasar saat ini katanya, lebih ramai dikunjungi masyarakat berbeda dengan hari-hari sebelumnya,” ucapnya. (tno)