Prioritasi Pengembangan Sapi, Solsel Lirik 1.000 Desa Sapi di Lamsel

40
PERCONTOHAN: Wabup Solsel Yulian Efi melakukan kunjungan bersama OPD terkait melihat pengembangan sapi di Lampung Selatan.

Pemkab Solok Selatan melirik kebijakan pengembangan kegiatan 1.000 desa sapi di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Daerah itu tercatat sebagai pusat pengembangan sapi nasional dan dijadikan sebagai bagian dari pilot project pengembangan sapi di Provinsi Lampung dan di Indonesia.

Guna mempersiapkan segala sesuatunya terkait program pengembangan sapi di Solok Selatan (Solsel), Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi melakukan kunjungan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ke Pemkab Lampung Selatan.

“Bagaimana Solok Selatan bisa mengembangkan sapi seperti di Lampung Selatan ini,” kata Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, Sabtu (3/7).

Rombongan Pemkab Solsel diterima Wakil Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma Dewangsa, Jumat (2/7) di rumah dinas Bupati Lamsel, dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Desa Palputih Dalam, Dusun Alam Raya, Kecamatan Tanjungsari.


Menurut Wakil Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma Dewangsa,  sapi merupakan salah satu populasi ternak terbesar di Lamsel dan saat ini menjadi salah satu program prioritas. “Populasi kambing, sapi, dan ternak lainnya menjadi bagian dari populasi ternak terbesar di Lampung Selatan,” ujarnya.

Saat ini pengembangan sapi menjadi program super prioritas, Kecamatan Tanjungsari dijadikan kawasan koorporasi sapi potong dan menjadi bagian dari pilot project 1.000 desa sapi. Pemkab Lamsel melalui Dinas Peternakan, kata Pandu siap untuk membantu dan berbagi informasi terkait program pengembangan sapi nantinya di Solsel.

“Dari 17 kecamatan, terdiri dari 256 desa dan 4 kelurahan, secara umum menjadi 5 besar lumbung ternak nasional, dan menjadi salah satu penyangga produk pangan hewani di Indonesia,” bebernya.

Baca Juga:  Kekerasan Pada Anak Meningkat, Komisi VIII DPR RI Sosialisasikan RUU

Sementara, Kepala Dinas Peternakan Lampung Selatan, Arsyad mengatakan, populasi sapi potong di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung telah mencapai 150.930 ekor dan populasi kambing sebanyak 362.298 ekor. Dijelaskannya, Kecamatan Tanjungsari, Lampung Selatan saat ini masuk program super prioritas korporasi 1.000 desa sapi.

Terdapat 38 kelompok ternak di lima desa tersebut dinaungi oleh Koperasi Maju Sejahtera. Katanya, dengan pengelolaan melalui koperasi, maka penerima manfaat program 1.000 desa sapi juga akan semakin banyak. Di samping memproduksi daging sapi, koperasi juga menghasilkan beberapa poduk olahan koperasi, seperti bakso sapi, abon sapi, susu jagung jelly, tiwul instan, pupuk organik bokasi, serundeng sapi, dan produk lainnya.

Arsyad juga mengatakan, pihaknya telah mengembangkan embrio transfer dan bank pakan sapi melalui dukungan 12 puskeswan yang tersebar di beberapa kecamatan. Saat ini di Lamsel tercatat total populasi sapi potong 150.930 ekor dan  populasi kambing 362.298 ekor, untuk pengeluaran ternak sapi di tahun 2020 sebanyak 56.785 ekor.

Kemudian daya dukung petugas lapangan 91 orang, terdiri dari dokter hewan 4, inseminator 85 orang, dan paramedik 2 orang. Capaian Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Lamsel termasuk tinggi, masyakat dengan kesadaran tinggi bersedia mengasuransikan ternak sapinya.  (tno)