Komplotan Penjual Emas Palsu Diringkus

Jajaran Polsek Sungai Pagu, Solok Selatan (Solsel) meringkus tiga dari empat pelaku dugaan tindak pidana penipuan dengan media emas palsu, Sabtu (4/4). Komplotan tersebut kedapatan oleh warga menipu toko-toko emas di nagari Pasar Muarolabuh. Sedangkan satu pelaku lainnya masih diburu petugas.

Sindikat penipu dengan modus menjual emas palsu ini ditangkap di dua lokasi. Dua pelaku yakni Arif, 39, dan Zal, 48, warga Kota Padang diamankan warga di Pasar Muarolabuh. Satu pelaku lagi, Ade, 33, diringkus petugas di Jorong Bariang, Nagari Lubukgadang, Sangir, setelah luput dari tangkapan warga.

”Mereka ditangkap sebelum sempat menikmati hasil tipuannya. Modusnya, menjual emas palsu yang terbuat dari tembaga yang dilapisi emas,” kata Kapolsek Sungai Pagu, AKP Harry Mariza Putra, Minggu (5/4).

Terkuaknya aksi penipuan itu, lantaran korban mengetahui mereka menjual emas palsu. Kejadian bermula pada Sabtu, sekitar pukul 11.00 di toko emas Nirwana milik Irwan, 35, di Pasar Muarolabuh. Saat itu, pelaku Arif dan Zal mendatangi toko korban.

Mereka menyodorkan emas berupa gelang seberat 15 gram untuk dijual dengan harga Rp 10,8 juta. Tanpa curiga, korban langsung membayar kontan sesuai harga yang telah disepakati. Setelah transaksi selesai, kedua pelaku bergegas pergi meninggalkan toko perhiasannya.

Di toko, korban pun melebur emas yang baru dibeli tersebut. Namun setelah dilebur ditemukannya kejanggalan dari perhiasan itu yang nyatanya palsu dan rupanya tembaga dilapisi emas.

Sadar tertipu, korban bersama warga mengejar para tersangka yang belum beranjak jauh dari tokonya. Kedua tersangka berhasil ditangkap dan langsung diserahkan ke pihak kepolisian.

”Kedua pelaku yang diamankan warga ini diserahkan ke polisi. Termasuk mengamankan barang bukti emas palsu tersebut dan uang hasil penjualan emas,” ujarnya.

Menurut tersangka, kata Harry, mereka berjumlah empat orang dengan mengendarai mobil dari Padang. Dua orang berhasil kabur dan dikejar pihak kepolisian.

Setelah dilakukan pengejaran, satu tersangka bernama Ade, 33 berhasil ditangkap di Jorong Bariang, Nagari Lubukgadang, Kecamatan Sangir, sekitar pukul 17.45 WIB. Dari tangan Ade, polisi kembali menyita uang Rp 10 juta yang diduga juga dari hasil penjualan emas palsu.

”Satu lagi kini masih buron. Kami masih mengembangkan kasus ini. Rupanya, mereka sudah menjual emas palsu ini di banyak toko mas di Muarolabuh,” ujarnya.

Selain menjual emas di toko mas Nirwana, para tersangka juga menjual di dua toko emas lain. Yakni di toko mas Tamzir dengan nilai jual Rp 10 juta dan toko mas milik Dedi berjumlah sepuluh emas dengan nilai Rp 17 juta. ”Semua barang bukti berhasil diamankan. Penangkapan ini kita lakukan kurang dari 24 jam,” ujar Kapolsek.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Mengingat dengan mahalnya harga emas saat ini, akan dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk menipu.

”Jangan mudah percaya. Jika ada orang tak dikenal ingin menjual emas atau apapun dengan alasan terdesak oleh keadaan jangan langsung melakukan transaksi. Telusuri dulu keasliannya,” ingat Kaplosek. (*)