Ada 70 Titik Blank Spot di Solsel, Usulkan 17 Menara BTS

ilustrasi. (net)

Solok Selatan masih dibelit persoalan blank spot. Terdapat puluhan titik daerah yang belum tersentuh sinyal telekomunikasi. Kondisi seperti itu sudah puluhan tahun dikeluhkan masyarakat, karena kesulitan berkomunikasi dengan pihak keluarga yang berada di luar daerah. Bahkan sering ketinggalan informasi, dan perlu jadi perhatian pemerintah.

”Ribuan masyarakat kami tidak bisa menghubungi atau dihubungi pihak keluarga yang berada di luar daerah atau komunikasi via handphone antar nagari. Sebab, sinyal tidak ada,” kata Wali Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari, April kepada Padang Ekspres, Rabu (5/8).

Hal senada juga di ungkapkan Syahril, Wali Nagari Lubukgadang Tenggara, Kecamatan Sangir. Sebagian daerahnya juga belum disentuh sinyal hanphone, sehingga komunikasi terputus.  Baik antar keluarga, kerabat, teman dan lainnya. Kondisi blank spot, membuat masyarakat lambat dapat informasi. Baik informasi bagus atau buruk seperti ada pihak keluarga yang meninggal dunia atau sakit di luar daerah.

Ini mesti jadi perhatian pemerintah, bagaimana daerah pelosok bisa menikmati sinyal telekomunikasi yang baik. “Nah, tanpa sinyal. Penerapan belajar daring atau online tidak bisa dilakukan mahasiswa dan siswa daerah. Ini merugikan mereka, terutama mahasiswa di masa pandemi ini,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Solok Selatan, Syamsurizal mengatakan, enam dari tujuh kecamatan yang ada di Solsel terdapat sekitar 70 titik blank spot, masyarakat setempat memang sudah puluhan tahun berharap adanya pembangunan menara telekomunikasi.

Di tahun 2020 ini katanya, diusulkan pembangunan menara Base Tranceiver Station (BTS) melalui Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informaso (BAKTI) Kementerian Kominfo RI sebanyak 17 unit.  Jika seluruhnya terealiasai, maka titik blank spot akan dapat dikurangi di tahun depan. 17 menara pembangunan BTS yang akan diusulkan tahun 2020 ini, sembilan titik berada di tiga kenagarian pelosok di Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari.

Baca Juga:  Inilah ‘Nomor Punggung’ Paslon Bupati Solok Selatan

Kemudian dua titik di Kecamatan Sangir, tiga titik di Kecamatan Sangir Balai Janggo. Sementara untuk Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Pauhduo, dan Sangir Jujuan masing-masih satu titik. “Solsel masih terdapat 70 titik blank spot dan tahun 2020 ini kita usulkan lagi sebanyak 17 menara BTS ke Kominfo. Mudahan saja seluruhnya terealisasi, sebab ke 17 titik yang diusulkan itu. Sama sekali tidak ada sinyal seluler,” ujarnya.

Dibangunnya tower BTS setiap tahunnya oleh Kominfo, sebagai program pemerintah pusat dalam menindak lanjuti mata rantai titik blank spot di seluruh Kabupaten Kota se Indonesia. Apalagi Solok Selatan yang masih dalam situasi daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Indonesia.

Terpenuhi syarat mendapatkan menara BTS tersebut lanjut Syamsurizal, berdasarkan hasil klarifikasi dan tracking ke lapangan oleh tim Kominfo nantinya. Bukan itu saja, Syamsyurizal menjelaskan, selain syarat titik blank spot yang diusulkan pembangunannya di tahun 2021. Juga perlu adanya data pendukung lainnya dari kepala daerah, termasuk administrasi pembebasan tanah, dan kelengkapan administrasi lainnya.

”Di Solsel sudah 56 tower dibangun, bila ada tambahan 17 menara lagi di tahun 2021. Artinya sudah 73 jumlah tower telekomunikasi, jika usulan kita tahun ini dikabulkan,” sebutnya. (tno)