Bawa Kabur Gadis Belia, Buruh Ditangkap

23
Pelaku DGP saat di Mapolres Solsel. Dia diduga melarikan gadis belia hingga ke Jawa Tengah. (IST)

Melarikan gadis berusia 16 tahun, seorang pekerja pembangunan tower Saluran Udara Tingkat Tinggi (Sutet) di Solsel ditangkap aparat setempat, pertengahan September. Pelaku berinisial DGP ditangkap di sebuah kontrakan di Jawa Tengah. Gadis di bawah umur itu ia larikan ke Singopuran, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.

Gadis yang masih menginjak bangku SMA itu dilarikan pelaku pada 25 Agustus 2020 lalu sekitar pukul 07.30. Bahkan korban telah disetubuhinya berulang kali di sebuah hotel di Jawa Tengah.

“Tersangka warga Kalimantan Tengah ini kami tangkap di sebuah kontrakan di Jawa Tengah 16 September 2020, atas laporan melarikan anak di bawah umur. Bahkan telah disetubuhinya berulang kali,” kata Kapolres Solok Selatan, AKBP Tedy Purnanto kepada wartawan, Senin (5/10).

Pria tiga anak tersebut mengaku sudah bercerai dengan istrinya, namun belum secara resmi di pengadilan agama. Keberadaan tersangka di Solsel jelas Kapolres, sebelumnya merupakan pekerja pembangunan tower Saluran Udara Tingkat Tinggi (Sutet).

Sebelum berkenalan dengan korban, dia pernah menjalin hubungan asmara dengan F, warga Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban.

Lantaran lamarannya ditolak oleh keluarga F, karena status cerai secara resmi tidak ada. Kemudian tersangka DGP merayu korban. “Sudah kenalan selama tiga bulan, korban yang tengah belajar online di rumah kakaknya diajak jalan-jalan ke Jawa Tengah oleh tersangka. Namanya anak gadis belum labil, sehingga mudah termakan rayuan,” paparnya.

Baca Juga:  Nagari Padang Air Dingin Sediakan 8.000 Ha Untuk Dikelola Nasrul Abit

Sasrina, kakak korban ketika pulang ke rumah tidak menemui adiknya yang biasa belajar daring, diketahui hilang sekitar pukul 13.00. Dia mencoba mencari ke rumah teman dan tetangganya, namun tidak ada yang melihat korban.

Besok paginya, kakak korban mencari ke rumah ibunya. Bahkan ibunya mengaku korban tidak pulang ke rumahnya di Pinti Kayu, Nagari Pakan Rabaa Timur. “Mereka panik hingga malaporkan kasus ini ke polisi,” ungkap kapolres.

Berdasar laporan polisi LP/159/VIII/2020/SPKT-Polres, tanggal 28 Agustus 2020 tentang tindak pidana melarikan anak di bawah umur, yang diketahui terjadi pada Selasa 25 Agustus 2020, tersangka melanggar pasal 332 ayat 1 KUHP pidana jo pasal 76 D jo pas 81 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.

“Tersangka kami amankan 16 September 2020 di sebuah rumah kontrakan di Jawa Timur, dan tiba di Solsel dua hari kemudian,” tambah Kasat Reskrim Polres Solsel, Iptu M.Arvi.
Di hadapan penyidik tersangka menyebut, akan menikahi korban setelah ia bebas dari penjara. “Dia mengaku akan menikahi korban setelah bebas dari penjara,” pungkasnya. (tno)