Solsel Berlakukan Jam Malam

Polres Solsel melakukan giat membatasi akses lalu lintas ke pusat kabupaten di Padang Aro, kemarin. Kegiatan ini untuk mencegah wabah Covid-19. (IST)

Pemkab Solok Selatan (Solsel) mulai memberlakukan pembatasan aktivitas di malam hari.Bagi warga yang kedapatan masih berada di luar rumah lewat dari pukul 21.00 akan ditindak. Aturan pembatasan jam malam tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Solsel Nomor 900/16/Bup/2020 tentang Pembatasan Aktivitas Keramaian dan Bepergian Keluar Rumah bagi Masyarakat. Kebijakan itu diterapkan untuk meredam penyebaran virus korona (Covid-19) di daerah Seribu Rumah Gadang itu.

“Kebijakan ini menyusul instruksi pemerintah pusat terkait pembatasan jarak fisik berskala luas untuk mencegah penyebaran wabah. Sekarang di Solsel, masyarakat dilarang keluar rumah mulai pukul 21.00 sampai pukul 06.00,” kata Plt Bupati Solsel, Abdul Rahman, Senin (6/4).

Dalam aturan pelarangan jam malam tersebut, juga tidak boleh melakukan keramaian atau kerumunan. Jika ada keperluan mendesak untuk keluar rumah maka dianjurkan mengikuti protokol kewaspadaan diri dengan memakai masker. Termasuk memperhatikan jarak satu sama lain minimal berjarak satu meter (social distancing). “Kebijakan ini sudah diimplementasikan. Terhitung sejak 1 April lalu. Masyarakat dilarang beraktivitas di luar rumah, kecuali untuk hal-hal yang men desak. Seperti membeli kebutuhan pokok, berobat atau lainnya dan harus memakai masker,” paparnya.

Sementara itu, Waka Polres Solsel, Kompol Ediwarman mengatakan, tindakan tegas akan diambil oleh pihak kepolisian bagi masyarakat yang kedapatan tetap keluyuran dan berkumpul di atas pukul 21.00, kecuali untuk hal yang urgen atau penting. Siapa saja yang kedapatan nongkrong katanya, akan diangkut nantinya ke Mapolres. “Tahap awal mungkin kami beri peringatan dan membuat surat pernyataan. Kalau masih bandel, baru kita tindak sesuai aturan yang ada,” sebutnya.

Saat ini pihaknya rutin melakukan patroli menyasar titik-titik keramaian. Tidak sekadar masyarakat yang dilarang berkumpul dan beraktivitas di luar rumah, tapi pelajar juga. “Nah, ini kami mintakan juga peran orang tua dalam menjaga anak-anaknya. Karena mereka disuruh belajar di rumah. Kalau berkeliaran jangan terkejut, karena nantinya akan kami amankan,” tegasnya.

Selain pemerintah membatasi aktivitas warga di luar rumah, Polres Solsel juga membatasi akses lalu lintas ke pusat kabupaten. Lalu lalang kendaraan lewat jalur utama Padang Aro mulai dipersempit dan dialihkan. “Sejak Minggu, kita mulai melakukan pengalihan arus untuk mengurangi aktivitas warga yang tidak di jalan utama Padang Aro. Sedangkan kendaraan jurusan Kerinci kita alihkan lewat jalur Bangun Rejo,” sebut Kompol Ediwarman.

Seperti diketahui, data sementara perkembangan Covid-19 di Solsel hingga Minggu (5/4), sebanyak 1.738 warga dengan status orang tanpa gejala, 62 orang dalam pemantauan, dua pasien dalam pengawasan, dan positif terinfeksi virus korona tidak ada.

Kesadaran Social Distancing Rendah
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengungkapkan hingga saat ini, Polda Sumbar dengan melibatkan pihak terkait lainnya telah membubarkan sebanyak 1.185 kegiatan keramaian. Pembubaran kegiatan keramaian itu dilakukan sejak 14 Maret hingga 5 April 2020.

Pembubaran paling banyak dilakukan di Kabupaten Solok Selatan sebanyak 237 kali. Disusul Kota Bukittinggi sebanyak 182 kali dan Kabupaten Tanahdatar sebanyak 147 kali.
Kegiatan keramaian itu berupa pesta resepsi pernikahan, kegiatan adat, keagamaan serta sejumlah kegiatan lainnya yang mengundang orang berkumpul. “Banyak yang tidak peduli dan tidak mematuhi imbauan yang telah diberitahukan. Seharusnya masyarakat sadar karena ini demi keselamatan mereka,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar itu.

Ia mengatakan pihaknya terus mengedukasi mereka secara baik terkait bahaya virus Covid-19 serta cara penyebarannya dan juga menyampaikan Maklumat Kapolri. “Kami berkomitmen, terus menyosialisasikan Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Covid-19. Polisi akan terus-menerus menegakkan aturan berlandas maklumat itu dan akan menerapkan sanksi bagi yang melanggar,” tegasnya. (p/cr10)