Permintaan Jamur Sawit Talao Meningkat

52
ilustrasi budidaya jamur sawit.(NET)

Jamur sawit talao yang dibudidayakan oleh Kelompok Tani Budidaya Jamur Barokah, Nagari Talunanmaju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan diminati masyarakat. Jamur ini bisa diolah menjadi krispi jamur, dendeng jamur, sarundeng jamur, bakso jamur dan lainnya.

“Budi daya jamur sawit ini kami lakukan untuk memenuhi permintaan pasar, sebab perajin jamur sawit talao belum sepenuhnya mampu memproduksi dalam jumlah lebih banyak,” ungkap Ketua Kelompok Tani Budidaya Jamur Barokah, Purwanto, Senin (5/7).

Selama ini jamur sawit talao yang dikelola perajin makanan ringan di Nagari Talao Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, hanya memproduksi jamur sawit alam.  Ini sebagai bentuk penyiapan produk unggulan one village one product yang dicanangkan bagi setiap kenagarian oleh Muslim sebagai Camat Sangir Balai Janggo.

“Kita memanfaatkan cangkang atau tankos sawit yang sudah lapuk dan ini merupakan limbah sawit yang difragmentasi. Mampu menghasilkan jamur untuk produk makanan ringan. Ini bentuk inovasi atas bimbingan Camat Sangir Balai Janggo,” ungkapnya.


Mengingat tingginya permintaan pasaran, Purwanto yang juga merupakan pencetus produk jamur sawit talao,  sehingga ia melakukan  pengembangan budi daya jamur sawit talao di Talunan Maju. Jika di Talao dengan ciri khas jamur yang tumbuh di alam lingkungan perkebunan kelapa sawit, namun di Talunan lewat budi daya di rumah Kelompok Tani Jamur Berokah yang ia pimpin.

Baca Juga:  Objek Wisata Goa Batu Kapal Diperbaiki

“Kita memfragmentasikan dalam dua jenis klasifikasi pengolahan, pertama melalui budaya semi intensif dan intensif,” tuturnya.

Fermentasi ini membutuhkan waktu selama 2 minggu untuk proses mulai keluar jamur, jika sudah berusia selama satu bulan maka jamur sudah bisa diproduksi.  Sedangkan proses budi daya jamur secara intensif, tempat tandan kosong (tankos) kelapa sawit dibuatkan rak-rak, lalu tankos ditarok diatasnya. Tandan limbah sawit yang diolah.
“Pengolahan jamur semi intensif dan intensif hampir sama, cara ini kami lakukan untuk bran jamur sesuai kebutuhan produksi dan punya great tersendiri,” bebernya.

Purwanto mengatakan, konsep alam belum bisa memenuhi permintaan pasar. Pelaku usaha produk jamur hanya lebih andalkan jamur yang tumbuh di tandan kosong di perkebunan kelapa sawit, nah ketika musim panas produksinya menurun.

Jamur sawit ada great-nya, mulai great A, B dan C. Kalau jamur jenis great A pasarannya di kafe-kafe, sedangkan great B untuk produk jamur krispi dan great C untuk serundeng dan bisa untuk rendang. Menentukan great, kalau terlihat masih bulat klasifikasinya great A, kurang mekar great B dan great C terlihat sudah mekar. (tno)