Pasar Tradisional Sungaikalu Ditutup

Ilustrasi pasar

Pasar tradisional Sungaikalu, Nagari Pakanrabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Solok Selatan (Solsel) ditutup. Termasuk penghentian pelaksanaan Shalat Jumat di masjid, Shalat Tarawih, dan kegiatan pengajian agama yang sebelumnya tetap jalan di nagari berpenduduk 4.004 KK itu.

Penutupan dan penghentian ibadah di masjid tersebut sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan kondisi sudah ada sekeluarga di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) itu terpapar positif korona.

”Lokasi pasar dekat dengan Surian, Kabupaten Solok dan kemudian sudah ada warga KPGD terinfeksi positif korona. Ini alasan kita ambil tindakan dan menutup Pasar Tradisonal Sungai Kalu yang hari pasarnya setiap Jumat,” kata Wali Nagari Pakanrabaa Utara, Gusparizal kepada Padang Ekspres, Jumat (8/5).

Ditutupnya pasar mingguan demi memberantas pandemi yang tidak terlihat secara kasat mata, akan tetapi katanya, bisa mengancam keselamatan manusia jika terjangkit. Yang namanya pasar, aktivitas didalamnya padat. Interaksi saat jual beli pun sesak, antara pembelian pasokan komoditi pertanian dari pedagang ke petani dan dari pedagang ke pengunjung pasar.

Keputusan penutupan pasar menurutnya, setelah dilakukan rapat koordinasi antara nagari dengan pihak kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, niniak mamak dan pihak Polsek Koto Parik Gadang Diateh. Hasil keputusan, menyetujui penutupan pasar yang akan beraktivitas hari ini Jumat (kemarin, red).

Rapat koordinasi yang digelar Kamis pagi kemarin, siang hingga malam pihak nagari langsung mensosialisasikan ke masyarakat tiga nagari di Kecamatan KPGD. Bahkan aktivitas Pasar Sungaikalu ditutup sementara, hingga kondisi pandemi pulih. Hal itu demi kesehatan masyarakat dan untuk tidak terpapar korona.

”Bukan hanya tutup pasar, kegiatan sosial lainnya seperti pelaksanaan Shalat Jumat, Tarawih dan pengajian dihentikan. Dan masyarakat sudah menerima apa yang menjadi keputusan bersama ini,” pungkasnya.

Kapolsek Koto Parik Gadang Diateh, Iptu Masriwan mengatakan, tujuan penutupan sementara untuk melihat perkembangan dua hingga tiga minggu ke depan. Maka perlu adanya kewaspadaan dari nagari untuk mengambil tindakan melalui keputusan bersama. Tentunya berharap agar masyarakat di tiga nagari terdampak untuk dapat memahaminya. (tno)