Puskesmas Pakanrabaa Solok Selatan Ditutup

Kondisi Puskesmas Pakanrabaa di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. Saat ini pelayanan di puskesmas tersebut ditutup sementara waktu. (Arditono - Padek)  

Dinas Kesehatan Solok Selatan (Solsel) terpaksa menutup sementara aktivitas layanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Pakanrabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD).

Hal itu dilakukan karena 17 tenaga medis di puskesmas tersebut diduga melakukan kontak langsung dengan tiga pasien positif Covid-19. Ketiga pasien itu merupakan satu keluarga berasal dari Jorong Batang Limpaung, Nagari Pakanrabaa Tengah, Kecamatan KPGD.

“Penutupan Puskesmas Pakanrabaa karena pasien positif kontak langsung dengan tenaga medis setempat. Terpaksa layanan kesehatan terhenti sementara waktu dimulai sejak Kamis (7/5),” kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman kepada Padang Ekspres, Jumat (8/5).

Pemberhentian aktivitas layanan itu berdasar hasil tracking pasien positif tersebut yang sebelumnya pernah berobat ke puskesmas setempat. Bahkan pasien sudah banyak berinteraksi serta bersentuhan dengan sejumlah tenaga medis.

Agar penularan wabah tidak membahayakan banyak orang, sehingga diambil langkah penutupan puskesmas untuk sementara waktu. “Selama penutupan, puskesmas disterilkan terlebih dahulu di samping dilakukan uji swab tenaga medis setempat,” terangnya.

Ia menegaskan penutupan aktivitas pelayanan kesehatan itu akan berlangsung hingga hasil swab 17 tenaga medis yang diduga kontak dengan pasien positif diumumkan. Apabila hasil swab keseluruhan negatif, maka layanan kesehatan tersebut akan dibuka kembali.

“Nah, jika seandainya ada yang terinfeksi positif. Maka akan diperpanjang penutupan sementara, sehingga puskesmas dinyatakan betul-betul steril,” bebernya.

Sementera itu jika ada tenaga medis yang terinfeksi positif lanjut Novirman, akan dilakukan tracking dengan pihak keluarga. “Termasuk dengan siapa-siapa saja bersentuhan atau menjalin kontak,” ucap Novirman.

Di sisi lain, sebanyak 50 masyarakat yang kontak langsung dengan seorang ASN positif korona, juga telah diambil swabnya.
“Mudah-mudahan saja tidak ada tambahan terinfeksi korona,” harapnya.

Sementara, Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman menjelaskan, pasien Puskesmas Pakanrabaa yang pertama positif korona YT, 55, warga Batang Limpaung, Kecamatan KPGD yang berprofesi sebagai guru ini melakukan perjalanan ke Parakkarakah, Kota Padang. Dia ke sana bersama anaknya AA, 18, yang juga dinyatakan positif.

Sepulang dari Padang,  pada 18 April lalu, tiga hari kemudian pasien YT bersama pasien YS, 80, (ibu dari YT) mengalami gelaja demam ringan. “Keduanya berobat ke Puskesmas Pakanrabaa dan disarankan untuk isolasi mandiri di rumah dalam status orang dalam pemantauan (ODP) termasuk AA,” paparnya.

Sesuai permintaan Gubernur Sumbar, seluruh daerah wajib mengirimkan sampel swab sebanyak-banyaknya.  Dari 109 yang dikirim Pemkab Solsel, hanya 97 orang yang memenuhi persyaratan dan hasil swabnya diumumkan oleh Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand Padang. “Keseluruhannya hasilnya negatif,” ungkapnya.

Kemudian 4 Mei 2020, pihaknya kembali mengirim sampel sebanyak 12 yang belum memenuhi syarat administrasi swab. Namun hasilnya diumumkan Rabu lalu, dinyatakan 3 warga Solsel terinfeksi positif  Covid -19.

“YT dan AA sedang menjalankan karantina di Balai Diklat PPSDM Padang. Sedangkan pasien YS dirujuk ke RSAM Ahmad Mohctar Bukitinggi,” pungkasnya. (tno)