Android ASN Solsel Dipantau, Tertibkan Absensi Agar Tak Keluyuran

489
DISIPLIN: ASN Pemkab Solsel saat apel gabungan di halaman kantor Bupati Solsel beberapa waktu lalu.(IST)

Absen fingerprint dan stor wajah secara elektronik dinilai masih banyak kekurangan. Masih ada peluang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Solsel untuk melanggar aturan disiplin dalam melaksanakan tugas. Baik distruktural pemerintahan maupun difungsional seperti sekolah-sekolah.

“Kita sudah melakukan kajian mendalam, masih bisa pegawai kantoran dan guru sekolah bolos dengan penerapan fingerprint dan stor wajah secara elektronik,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solok Selatan, Irwandi Osmaidi, Minggu (9/1) di Padangaro.

Kelemahannya, setelah pegawai ambil absen pukul 08.00, mereka bisa saja keluyuran ke sana ke sini dengan mengabaikan tugas dan tanggung jawab. Baik di kantoran maupun di sekolah. Nanti sepulang sekolah ambil absen lagi.

Dia mengatkan, jumlahnya tidak seberapa orang, akan tetapi lama-lama bisa berdampak terhadap kinerja pegawai sekantornya atau pegawai di sekolah masing-masing.

“Jadi, semua ini sudah kita pantau pemerapannya. Kita akan ciptakan aplikasi terbaru dan bisa memantau keberadaan pegawai setiap waktunya,” sebut Osmaidi.

Sistem kehadiran berbasis IT mempergunakan android dan akan segera diterapkan di tahun 2022. Untuk menentukan keberadaan pegawai dibuktikan dengan bukti fisik dan sekaligus fotonya.

Dengan aplikasi ini, maka disiplin kerja akan meningkat. Tidak ada lagi kesempatan bagi ASN untuk melakukan kecurangan dalam pelaksanaan tugasnya. “ASN tidak bisa main-main. Walaupun androinya mati sekaligus, kita tetap bisa memantau,” terangnya.

Baca Juga:  Gowes dan CFD Jadi Penyegaran ASN di Solsel

Dijelaskannya, pegawai sudah diberikan haknya oleh negara, untuk kebutuhan hidup melalui gaji dan tunjangan sudah lebih dari cukup. Sanksi bagi ASN nantinya berupa pemotongan tunjangan dan jumlahnya saat ini sedang dibuat regulasi melalui Peraturan Bupati (Perbup)

Dinas luar dan tugas ke lapangan bisa di-upload fotonya dan wajib lampirkan surat tugas jika ada penugasan ke lapangan. ”Maka melalui aplikasi Simantap, kita akan bisa memprosesnya. Absen pegawai direkap sekali seminggu, jadi kita betul-betul benahi pegawai,” terangnya.

Aplikasi Simantap, Februari 2022 sudah mulai diterapkan seiring sosialisasi di Januari 2022 ini. Sebagai sistem sundulan kinerja pimpinan sangat erat dengan kinerja dibawahnya. efek pekerjaan bawahan terkendala dari risiko kerja lemah bawahannya.

Maka perlu aplikasi yang bisa terdeteksi setiap jam kebaradaannya para pegawai di Solok Selatan dan mereka tidak bisa membantahnya karena titik keberadaan akan diketahui. “Pegawai kantor dan sekolah wajib masuk setiap hari dan akan terus dimonitoring, ada petugas yang stand by untuk pemantauan ini,” jelasnya.

Sistem pelayanan ini sebagai dasar mewujudkan manusia berkarakter dalam menjalankan tugas termasuk menyukseskan Remcana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (PRPJMD) dan Perencanaan Strategis (Renstra) daerah.

”Ini dalam membiasakan diri pribadi pegawai lebih tertib dan disiplin dalam tugas. Minggu ini akan disosialisasikan ke pegawai,” ujarnya. (tno)