Bantu juga Warga di Luar DTKS, 30 Butir Telur plus Ikan Kemasan per Orang

Plt Bupati Solsel, Abdul Rahman rapat usai video conference dengan gubernur , wagub serta forkopimda provinsi, Kamis (9/4). (Foto: Humaskab)

Semua warga yang terdampak ekonominya akibat pandemi virus korona (Covid-19) di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), akan dibantu lewat berbagai sumber dan skema bantuan. Baik warga yang masuk daftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun di luar itu.

“Sebanyak 15 persen warga yang masuk DTKS dan terdampak Covid-19 bakal dibantu pemerintah provinsi. Sedang mereka yang tidak masuk DTKS namun juga terdampak, akan dibantu lewat APBD kabupaten,” ujar Plt Bupati Solsel Abdul Rahman, Kamis (9/4).

Menurutnya, bantuan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan data DTKS. Pasalnya, bisa saja ada warga yang baru miskin karena terdampak pandemi Covid-19 sehingga juga harus dibantu.

“Alhamdulillah ada diskresi bagi kita. Bisa kita anggarkan melalui APBD kabupaten untuk membantu mereka yang terdampak di luar DTKS. Secepatnya kita beritahu pihak nagari setelah regulasinya jelas dan siap,” tegasnya.

Semua unsur baik di pemerintahan daerah maupun swasta, diimbau bupati untuk bersama-sama membantu ekonomi masyarakat yang terdampak. Termasuk membantu para pengangguran.

sebelumnya, upaya kesiapan kebutuhan pangan bagi masyarakat terdampak Covid-19, Abdul Rahman sudah menyiapkan tiga skenario.

“Di samping masalah kesehatan, dampak virus korona juga berimbas ke sektor pendapatan masyarakat karena tidak bisa bekerja. Jika tidak bekerja tentu sulit mendapatkan pangan untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Ini yang mesti kita siapkan bantuannya,” ujar Abdul Rahman usai video conference dengan Kemendagri, KPK, BPKP, dan BPK di Kantor Bupati Solsel, Rabu (8/4).

Hal pertama yang dilakukan pihaknya bersama jajaran pemerintahan hingga ke tingkat bawah adalah mendata kebutuhan. Berapa jumlah masyarakat yang akan diberikan bantuan. “Ini sangat diperlukan agar bantuan bahan pangan tepat sasaran,” tandasnya.

Sumber pangan diperoleh dari bantuan pemerintah provinsi, dan pangan yang dibeli pemkab sesuai kebutuhan.

“Setelah itu pendistribusian harus cermat. Bisa jadi, tidak seluruh masyarakat yang membutuhkan akan mendapat bantuan. Maka, harus disiapkan skenario yang tepat mengatasinya,” katanya.

Bisa saja, kata Addul Rahman, warga yang tidak dapat bantuan dari pemerintah, diberikan bantuan sembako yang didapatkan dari bantuan-bantuan perusahaan di Solsel.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Periknan Solsel, Del Irwan menambahkan, DTKS harus sudah ada terlebih dahulu lengkap nama dan alamatnya. Setelah itu, baru mendapat bantuan dari pemprov.

Menurutnya, Solsel memiliki jatah beras 100 ton dari Bulog sebagai cadangan pemerintah yang bisa diambil dalam keadaan darurat.

“Untuk Mei akan diminta bantuan ke Bulog sebanyak 50 ton. Sehingga tiga bulan ke depan tidak ada masalah lagi dengan ketersediaan beras di Solsel,” katanya.

Di samping itu, pemkab juga akan minta bantuan telur dan ikan dalam kemasan ke pemprov. “Nanti penerima bantuan akan mendapat 30 butir telur per orang dan satu kaleng ikan sarden,” jelasnya.

Dia mengaku telah membuat prediksi berapa kebutuhan bahan pokok sampai Oktober. “Jika terjadi keadaan darurat, yang kurang itu adalah daging ayam, telur, susu, dan bawang putih. Sedangkan beras mencukupi,” katanya dalam kesempatan dihadiri Sekkab Yulian Efi, Asisten Administrasi Umum Amdani dan sejumlah kepala OPD.(ptr)