Berkedok Mutasi Jabatan, Kepala UPTW Pendidikan SBH Kena Tipu!

117
Ilustrasi.(NET)

Kepala Unsur Pelaksana Teknis Wilayah (UPTW) Pendidikan Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH), Solsel Suhardi jadi korban penipuan. Aksi kriminal ini berkedok mutasi jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan. Korban mengalami kerugian mencapai Rp 3 juta.

Awalnya Suhardi mendapatkan pesan singkat dari nomor handphone 081237355376, mengaku sebagai Syamsuria Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Solok Selatan dan nomor kontak 082288712284, mengaku Mulyadi sebagai Bagian Pendidikan Dasar (Dikdas). Kedua nomor tersebut akhirnya menghubungi Kepala UPTW tersebut, seluruh percakapan berbahasa Minang.

“Pak Korwil sudah lama di SBH, akan dimutasi malam ini walaupun Surat Keputusan (SK) baru sebagai UPTW baru ditetapkan Bupati Solsel Khairunas. Saya Syamsuria Kadis Pendidikan, nomor lama saya sudah disadap. Hapus saja pak,” kata Suhardi menirukan bahasa pelaku, Minggu (10/7).

Bahkan ada profil Kadis Pendidikan,  karena ia menyebut handhpone-nya disadap. Korban langsung percaya, sebab mutasi memang sering terjadi di Pemkab Solsel. Bahkan pelaku meminta nomor handphone Feriandi, yakni Plt.Kepala SMPN 18 Solok Selatan.

“Saya sekarang bersama tim, bantu kirim foto KTP, Kartu Keluarga, pangkat, golongan dan nama lengkap. Bapak mau pindah di dinas mana, kecuali Disdik tidak bisa. Kami siap membantu,” ujar pelaku yang diceritakan Suhardi.

Kepala UPTW itu dihubungi lagi via whatshaap, dengan pesan, “mohon bantu Pak Suhardi kami butuh dana malam ini. Bantulah agak Rp2 juta,”, Suhardi pun langsung mentransfer lewat rekening Bank Nagari ke BRI pelaku atas nama Rajo Syahputra.

Beberapa jam kemudia di SMS lagi, minta bantu Rp 2 juta. Kemudian pelaku mengatasnamakan pesuruh Kepala Dinas Pendidikan itu menghubungi Suhardi lagi, tidak usah Rp2 juta. Rp1 juta lagi sudah cukup untuk kebutuhan tim penyusun mutasi malam ini.

“Uang di rekening saya sudah kosong, dan minjam handphone anak untuk pengiriman Rp1 juta lagi. Setelah uang terkirim, anak saya bertanya untuk siapa papa kirim uang. Lalu saya ceritakan, anak saya bilang Rajo Syahputra itu pelaku penipuan. Warga di sini banyak kena tipu Pa, saya langsung termenung,” ujar Suhardi.

Baca Juga:  Solsel Zona Merah Prevalensi Stunting, Ini Kata Bupati!

“Saya hanya bilang, sukses bapak menipu saya. Kemudian nomornya mati dan foto profilnya hilang. Saya ditipu Rp3 juta,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Solok Selatan, Syamsuria membenarkan, bahwa Kepala UPTW Pendidikan Sangir Batang Hari tertipu kasus mutasi bodong.

“Kita sudah informasi ke Kepala PAUD, TK, SD, dan SMP di SBH, agar jangan melayani nomor tidak jelas untuk menghindari kasus penipuan,” jelasnya.

Diakuinya, banyak Kepala Sekolah yang dikontak para pelaku. Dia heran, kenapa para pelaku mengetahui nomor handphone jajaran Dinas Pendidikan. Sebab sejak beberapa hari ini, Kepala Sekolah dan UPTW menjadi incaran para pelaku penipuan berkedok mutasi.

Salah seorang Kepala SD di Kecamatan Ranah Pantai Cermin (RPC) langsung menelpon Syamsuria, bahwa dia akan dimutasi malam hari bersama tim sukses. “Pelaku meminta uang agar jabatan mereka tidak digeser atau di non jobkan. Beruntung cepat menghubungi saya,” ujar Syamsuria.

Syamsuria mengatakan tidak akan pernah ada permainan “uang sogok” untuk urusan dinas di Dinas pendidikan Solok Selatan. Jika ada, maka akan langsung di pecat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan saja dari jabatan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku tentang korupsi dan gratifikasi.

UPTW ditiap hari Jumat sekali sebulan dilakukan rapat periodik, termasuk hal-hal urusan dinas tidak memakai uang pelicin. Apakah itu urusan pindah, naik pangkat, sertifikasi dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). “Tidak boleh pakai uang pelicin atau sogok, jika terbukti akan saya pecat dari jabatannya. Termasuk saya,” terangnya. (tno)