Gunung Kerinci 144 Kali Gempa, PVMBG: Aktivitas Biasa, tak Ada Erupsi

Pantauan Gunung Api Kerinci di laman magma Kementerian ESDM, Minggu (12/4) sore. (foto: printscreen web)

Gunung Anak Krakatau yang meletus pada Jumat (10/4) malam hingga Sabtu (11/4) dini hari, dinilai tidak berpengaruh ke aktivitas Gunung Api Kerinci yang berada di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan Gunung Kerinci tidak mengalami erupsi. Aktivitas vulkanik gunung dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, merupakan aktivitas pelepasan gas yang ditunjukkan oleh kegempaan dan hembusan kabut asap.

“Tidak ada Gunung Kerinci mengalami erupsi. Kami amati dari pos pengamatan setiap hari 24 jam. Hanya, gunungnya memang mengeluarkan asap. Itu aktivitas yang biasa,” kata Pengamat Gunung Api Kerinci, Rudra Wibowo, Minggu (12/4).

Berdasarkan pantauan di laman magma Kementerian ESDM, laporan per 24 jam, pada Sabtu (11/4) pukul 00:00-24:00 WIB, cuaca cerah hingga hujan, dan angin sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 23-25 derajat celcius dan kelembaban 67-70%.

Dari pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna cokelat dengan intensitas sedang tinggi sekitar 50-150 meter dari puncak.

Visual Lainnya, terekam noise angin dan rekaman data seismik digital. Sementara data pengamatan kegempaan, terjadi 144 kali gempa hembusan dengan amplitudo 0.5-5 mm, dan lama gempa 10-25 detik. Lalu, sekali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0.5-1 mm, dominan 1 mm.

“Aktivitas kegempaan sebanyak itu masih biasa. Namanya gunung api aktif. Semisal ada letusan pun, itu juga wajar dan biasa. Hak gunung api. Sejak 9 September 2007 status Gunung Kerinci masih level dua sampai sekarang,” jelasnya.

Menurutnya, gunung api sama halnya dengan manusia. “Kita manusia, kadang sehat kadang sakit. Kadang ada gejala-gejala seakan mau sakit dan gejala mau sehat. Gunung api juga gitu, yang terpenting patuhi rekomendasi,” ujarnya.(ptr/esg)