8 Nyawa Melayang Akibat Lakalantas, Ini Kata Kasat Lantas Polres Solsel!

2350
LAKALANTAS: Kondisi mobil dinas Pemkab Solsel yang terlibat kecelakaan pada Minggu (10/7) sekitar pukul 14.30.(IST)

Sudah 8 nyawa melayang dalam kasus kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Kabupaten Solok Selatan tahun 2022. Rata-rata penyebab utama kecelakaan tersebut pengendara roda dua maupun roda empat melaju dengan kecepatan tinggi dan dihadapkan dengan kondisi jalan sempit.

“Hingga Juli ini tercatat 8 nyawa melayang di jalan, rata-rata dipicu laju kendaraan yang tinggi dengan kondisi jalan sempit. Sehingga pengendara tidak bisa menghidari terjadinya kecelakaan ditikungan jalan,” ungkap Kasat Lantas Polres Solok Selatan, AKP Sugeng Riadi melalui Kanit Laka Bripka Joni Ikhwan, Selasa (12/7) di kantornya.

Dia menjelaskan, seperti kecelakaan pada semester II yang dialami oleh calon pengantin baru, Minggu (10/7) sekitar pukul 14.30 di Ampalu, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauhduo.

Dua orang meninggal dunia usai sepeda motor BA 3328 QR tabrakan dengan mobil dinas (mobnas) Dinas Perhubungan Solok Selatan jenis pickup Mitsubishi L300 BA 8038 Y yang dikemudi Pandi.

“Koban yang meninggal dunia ibu dan anak, yakni Yandri Anto, 29, dan Nurlaina, 59, saat sepeda motor Honda yang dikendarainya itu tabarakan dengan mobnas. Diduga akibat kelalanya terbentur ke mobil dan ke aspal,” ujarnya.

Dia menyebut saksi yang memberi tahu ke polisi saat kecelakaan terjadi belum diminta keketerangan hingga saat ini, yakni yang menghubungi Babinkhamtibmas di Kecamatan Sungaipagu. Tapi dalam waktu dekat ini saksi tersebut akan memberikan keterangannya, seperti apa sebenarnya kronologi kejadian tersebut.

“Sopir saat ini di Mako Polres, saksi segera memberikan keterangan kronologi kejadian atas tewasnya pengendara dan penumpang sepeda motor,” terangnya.

Baca Juga:  Memprihatinkan, Jalan Bukit Landu dan Bukit Guntang Butuh Perbaikan

Kanit Laka Lantas Bripka Joni Ikhwan menambahkan, korban dan ibunya berniat ke Muaralabuh dan ke Titianpajang, Kabupaten Solok menemui keluarganya. Sebab dia akan menikah dalam waktu dekat ini.

Namun di Ampalu dengan kondisi jalan memiliki tikungan, korban yang melaju dari arah Padangaro bertabrakan dengan mobil pickup milik Pemkab Solok Selatan seusai mengantarkan daging kurban dan hendak menuju Padangaro pusat Kabupaten Solok Selatan.

“Pada semester II tepatnya 10 Juli 2022, dua korban meninggal dunia. Sementara sopir mengalami luka ringan saat membanting stir ke tebing,” jelasnya.

Joni mengatakan, pada semester I dari Januari hingga Juni 2022 kasus Laka lantas di Kabupaten Solok Selatan ada 11 kasus, 6 orang di antaranya meninggal dunia, luka berat nihil dan luka ringan 19 orang.

Pemicu utama karena jalan sempit dan memiliki tikungan tajam, bahkan pengendara kerap melaju dengan kecepatan tinggi. Ini penyab terjadinya kecelakaan di daerah ini.

“Hingga Juni 2022 sudah 6 meninggal dunia dari kecelakaan lalu lintas dengan kerugian materil mencapai Rp 21.600.000. Kecelakaan ini selalu terjadi ditikungan,” ungkapnya.

Dia mengimbau agar pengendara roda dua dan roda empat mengurangi kecepatan kendaraan, terutama di tempat rawan laka. Seperti jalan sempit yang memiliki tikungan, sehingga dapat menghalangi pandangan dan kendaraan berada diluar jalur yang seharusnya di tempuh.

“Jadi pengendara meski harus membaca situasi jalan, di jalan sempit dan banyak tikungan perlu kurangi kecepatan untuk menghindari risiko kecelakaan,” pungkasnya. (tno)