Panen Menurun, Harga Jagung Kering Naik Tembus Rp 5.300 per Kilogram

198
PANEN: Petani mulai memanen jagungnya di Sungai Salak, Sangir. Harga jagung mengalami kenaikan sejak tiga bulan lalu.(ARDI/PADEK)

Komoditi jagung kering di Solok Selatan terus mengalami peningkatan harga selama tahun 2021. Ini dapat membantu perekonomian para petani di masa pandemi. Kenaikan harga jagung, karena tidak banyak masyarakat yang panen tiga bulan terakhir. Sehingga memicu terjadinya lonjakan harga jagung.

”Kenaikan ini karena belum banyak produksi jagung dalam tiga bulan terakhir, termasuk jagung dari luar daerah seperti Lampung dan lainnya belum masuk ke Sumbar,” kata Saparudin, pedagang jagung di Kecamatan Sangir, Minggu (12/9).

Dijelaskannya, harga jagung bervariasi kisaran Rp 5.200-Rp 5.300 per kilogram. Harga ini mengalami kenaikan sejak bulan lalu dan bertahan hingga sekarang. Empat bulan lalu kisaran Rp 4 ribu hingga Rp 4.500 per kilogram.

Dengan adanya kenaikan harga, tidak sekadar membangun sisi perekonomian petani selama pandemi. Juga setimpal dengan harga pupuk yang dibeli para petani dengan hasil yang didapatkan saat ini. Sebab diuntungkan dengan harga yang sudah mengalami kenaikan.

”Jika stok jagung terus menipis, maka harga akan mengalami kenaikan. Teori ekonomi ini tidak bisa dipungkiri, kalau jagung banjir untuk beberapa bulan ke depan. Maka harga pasti jatuh,” terangnya.

Sementara Riki, petani jagung di Sungaisalak, Nagari Lubukgadang Utara, Kecamatan Sangir mengaku menjual jagungnya usai dipanen seharga Rp 5.200 per kilogram. Nah, jagung yang ia jual tersebut belum terlalu kering. Hanya satu hari dijemur.

Baca Juga:  Memprihatinkan, Jalan Bukit Landu dan Bukit Guntang Butuh Perbaikan

Namun terpaksa ia jual dengan segera, karena takut harga jagung mengalami penurunan.
“Alhamdulillah, kita panen jagung mengalami kenaikan harga,” paparnya.

Mairadi, petani lainnya di Sungai Salak baru memanen jantungnya.  Baru memulai memanen tongkol jagung dibatangnya, mudahan saja tidak mengalami penurunan harga hingga proses rontok jagung selesai dilakukan.

Rata-rata hasil produksi jagung mencapai 2,5 ton hingga 3 ton per lima kilogram bibit, hasil itu tergantung kualitas bibit yang ditanam petani. ”Yang kita panen hari ini bibirnya hanya 6 kg, biasanya hasilnya bervariasi. Mulai 2,5 ton hingga 4 ton, tergantung pemupukan,” tuturnya.

Saat ini harga jagung sudah bagus, kabarnya Rp 5.300 per kilogram. Kondisi terkini cuaca panas dan jagung mudahan cepat kering, sehingga dapat segera dijual ke toko jagung. Biaya yang dikeluarkan mulai upah panen, upah rontok dan upah lansia karena kondisi

infrastruktur jalan di lokasi lahan pertaniannya sulit dan jalan tanah. ”Kos panen hingga lansia cukup banyak,” terangnya. (tno)