Pj Bupati Solsel: Tarik Mobnas Menumpuk di Rumah

Ilustrasi mobnas

Pejabat di lingkungan Pemkab Solok Selatan (Solsel) dinilai tidak tertib dalam menggunakan mobil dinas (mobnas). Bahkan ada yang sudah tidak menjabat namun belum menyarahkan kendaraan dinas ke pemerintah daerah.

“Bahkan Kepala organisasi perangkat daerah, ada yang menumpuk kendaraan dinas di rumah mereka. Jumlahnya dua hingga tiga unit. Ini tidak mencontohkan teladan yang baik bagi. Maka saya minta segera dikembalikan,” tegas Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman saat diwawancara Padang Ekspres, Rabu (13/5).

Pihaknya telah memerintahkan Bidang Aset untuk mendata seluruh kendaraan dinas yang tersebar di tujuh kecamatan di Solok Selatan. Dengan begitu pemakaian mobnas sesuai dengan peruntukkannya oleh para pejabat dan dipegang oleh pejabat yang betul-betul membutuhkannya.

“Penempatan mobnas banyak yang tidak tepat, seharusnya pakai Avanza malah memakai jenis kendaraan Pajero. Yang miris lagi, ada yang ditumpuk di rumahnya,” beber bupati.

Seharusnya kata Abul Rahman, Kepala OPD memberikan contoh yang baik. Jangan mobnas diborong kemudian disimpan di rumah. Dan ini harus ditertibkan oleh Bidang Aset. Termasuk mobil yang baru dibeli, tapi belum dikembalikan ke aset dan hanya ditumpuk di rumah.

Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlama-lama dan harus di tarik daerah. “Mobnas yang disimpan tersebut harus segera ditarik. Tapi, lantaran daerah terdampak Covid. Maka realisasi penarikan mobnas tersebut ditangguhkan sementara dulu,” ungkapnya.

Ia mengimbau, pejabat daerah yang punya dua mobnas di rumah agar segera mengembalikan tanpa harus dilakukan penarikan oleh daerah. Sebab bila ada dua mobnas, tentu saja bahan bakar minyak (BBM) bertambah.

“Mobnas untuk kebutuhan dinas, bukan untuk kepentingan pribadi,” jelasnya. “Ajudan saya pernah memakai Avanza, setelah saya tahu, saya suruh serahkan ke Bidang Aset. Pasalnya, membebankan daerah terutama dalam pembelian BBM,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Badan Pendapatan Keuangan Daerah (BPKD) Solok Selatan, Masdera Riko menjelaskan, jumlah mobnas di Solok Selatan mencapai 832 unit. Dengan rincian kendaraan jenis sedan dua unit, mini bus 126 unit, bus roda enam sebanyak 8 unit, dan pikap 12 unit.

Selanjutnya mobil pemadam kebakaran 5 unit, truk roda 4 dan roda enam sebanyak 13 unit, sepeda motor 596 unit, doble cabin 22 unit, mikro bus 5 unit  dan kendaraan roda tiga sebanyak 43 unit.

“Usai wabah Covid-19 ini kita data ulang kembali. Sebelumnya kami sudah diperintahkan Plt Bupati, namun karena sedang pandemi pendataan dan penarikan mobnas ditangguhkan dulu,” ungkapnya.

Dari keseluruhan mobnas itu juga termasuk mobnas di DPRD Solsel jenis Fortuner tahun 2014, kemudian 2 unit mobnas mantan Bupati Solsel Muzni Zakaria sudah diserahkan untuk dipulangkan. “Mobnas yang pejabatnya tidak menjabat lagi akan ditarik sementara yang rusak atau tidak bisa jalan lagi ada 4 unit, sudah ditarik daerah,” pungkasnya. (tno)