Pulihkan Ekonomi Pasca Covid-19, Solsel Siapkan Skenario

Sekkab Solsel Yulian Efi (tengah) memimpin rapat layanan pengaduan Covid-19, Selasa (12/5/2020). (Foto: Humaskab)

Pemkab Solsel merencanakan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak Covid-19 melalui sektor pertanian, perikanan, peternakan dan pinjaman modal. Sebab, melalui ekonomi kerakyatan dapat membantu menstabilkan ekonomi yang terpuruk karena pandemic Covid-19. Dilihat dari sisi geografis daerah, sekitar 65 persen masyarakat Solsel adalah petani, selebih berwirausaha dan pegawai.

“Jadi, lewat sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pinjaman modal kita lakukan wacana penstabilan ekonomi masyarakat. Segera akan dibahas bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan bersama kepala daerah,” kata Kepala Bappeda Solok Selatan, Yul Amri kepada Padang Ekspres, Rabu (13/5).

Untuk sektor budidaya ikan, penyaluran bibit jagung, bantuan ayam dan bebek, maka teknisnya melalui kelompok tani (keltan). Artinya, sesuai aturan yang ada dalam mengerakkan kembali ekonomi masyarakat dilakukan dengan pemberian bantuan sosial (bansos).

Opsi kedua dengan dilakukan pinjaman modal tanpa bunga. Ini nantinya  kerja sama Pemkab Solsel dengan pihak perbankan yang ditunjuk. “Kalau sektor pertanian, perikanan dan peternakan, penyalurannya melalui kelompok tani. Nah, belum semua petani yang ekonomi lemah, punya keltan,” paparnya.

Opsi yang kedua berupa pinjaman modal tanpa bunga, namun setiap masyarakat yang meminjam harus memiliki agunan. Seperti sertifikat tanah, atau BPKB sepeda motor. Terkait pembayaran, sebut Yul Amri, setelah masyarakat petani panen harus diangsur ke bank. Sebab ada agunan sebagai penjamin utang untuk modal berdagang, bertani, berkebun, dan lainnya.

“Opsi kedua ini, maka daerah akan menanamkan modal di bank. Kalau diperkirakan lebih dari Rp10 miliar. Ini wacana daerah untuk mengatasi dampak terjadinya peningkatan angka kemiskinan setelah Covid berakhir,” ujarnya.

Untuk itu OPD didiorng menganalisis sektor yang mumpuni untuk masyarakat sehingga bisa tepat sasaran dengan dana terbatas. “Realisasi betul-betul diperuntukan bagi yang membutuhkan, untuk itu OPD terkait diminta prokatif agar warga terakomodir,” tuturnya.

Anggaran pemulihan pasca Covid-19 memang belum dibicarakan jumlahnya. Tapi realisasi, sesuai perencanaan dilakukan pada 2021. Saat ini dihitung anggaranya diperkirakan sekitar Rp10 miliar lebih.

“Kondisi persentase kemiskinan di Solsel di tahun 2018 lalu, 7,07 persen, dan di tahun 2019 naik 7,33 persen. Maka opsi melalui bidang pertanian dan pinjaman modal, sebagai acuan utama bagi daerah memulihkan ekonomi kerakyatan,” terangnya.

Terpisah, Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman, mendukung wacana pemulihan ekonomi rakyat tersebut, agar angka kemiskinan pasca-Covid-19 tidak bertambah. “Yang jelas perlu dipikirkan dari sekarang, sehingga setelah pandemi berakhir, kita tinggal merealisasikannya,” pungkasnya. (tno)