Dua Pasar Kabupaten Direhab, Anggaran Rp 1,5 Miliar 

40
Akmal Hamdi

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah mengucurkan anggaran pembenahan pasar kabupaten di tahun 2022, yakni untuk Pasar Padangaro dan Pasar Muaralabuh.

“Perbaikan tersebut sangat penting dilakukan guna memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung dalam proses transaksi jual beli di pasar,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Solok Selatan, Akmal Hamdi, Senin (14/3).

Dia menjelaskan, anggarannya sudah dimasukkan di APBD Solok Selatan senilai Rp 1,5 miliar untuk rehabilitasi dua pasar kabupaten tersebut.  Mulai dari kios, los maupun drainase di sekiling pasar, sehingga kerapian pasar terlihat. Terutama dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung dan pedagang.

“Dana sebesar Rp 1,5 miliar ini diperkirakan sudah mampu menuntaskan pembenahan dua pasar kabupaten,” terangnya. Baik untuk fisik drainase Pasar Padangaro dan Pasar Muaralabuh sesuai hasil tinjauan bupati dan wabup Solsel ke lokasi.

Dan terdapat sejumlah item pasar yang harus dibenahi dengan baik. Seperti sampah pasar didalam saluran drainase, sehingga harus ditutup dengan rapi agar bau menyengat berasal dari drainase tidak ada lagi.

“Pentingnya direhab, sampah tidak menumpuk di saluran drainase dan bau busuk. Ini demi kenyamanan pedagang dan pengunjung. Termasuk dalam menjaga kesehatan warga pasar,” terangnya.

Baca Juga:  Gula Tebu Potensi Baru Sawahlawe

Rancangan pasar ini full desain, yang urgen yang meski dibenahi. Bukan keseluruhan sehingga dihitung anggarannya sebesar Rp 1,5 miliar untuk rehab bisa terlaksana sesuai kebutuhan pasar saat ini.

Selain drainase, pemkab sebut Akmal Hamdi juga membenahi kios dan los yang butuh perbaikan. Kondisi ini agar pedagang yang berada di los dagangannya nyaman dan aman. “Sudah termasuk atap yang bocor atau rusak, kita benahi dengan anggaran Rp 1,5 miliar. Yang dikerjakan yang bersifat urgen,” terangnya.

Khusus 14 unit kios Pasar Muara Labuh pascakebakaran, belum bisa dibenahi dengan anggaran dana BTT. Sebab BTT tidak semudah itu bisa digunakan karena daerah termasuk  dalam kondisi rawan bencana.

Jika digunakan BTT, otomatis ketika terjadi bencana alam. Baik banjir, longsor dan lainnya. Maka Pemkab akan kesulitan dalam penanganan pascabencana alam tersebut.

Pasar Padang, termasuk los beras dan penghubung termasuk parkir. Pelataran parkir sepertinya perlu disesuaikan dengan tata letak blok. Agar pasar lebih aman dan nyaman dari risiko kasus pencurian, makan perlu dihubungkan leter U seluruh kios. Kemudian di sejumlah titik diberikan pagar pintu masuk. (tno)