Miris, Cuma Ada 4 Guru Kelas! SDN 23 Tandai Kekurangan Guru dan Sarpas!!

72
KUNJUNGAN: Bupati Solsel Khairunas disambut siswa SDN 23 Tandai dan siswa SMPN 23 Solsel saat berkunjung pekan lalu.(IST)

SDN 23 Tandai masih memiliki segudang persoalan. Mulai kekurangan guru maupun sarana prasarana (sarpas) sekolah untuk penunjang lancarnya proses belajar mengajar di kelas.

Sekolah itu terletak di Jorong Tandai, Nagari Lubuk Gadang Tenggara, Kecamatan Sangir. Kendala yang dihadapi sekolah pelosok daerah tersebut seperti kekurangan tenaga pendidik yang masih belum adanya penambahan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Jumlah siswa kami saat ini ada 164 orang, mereka hanya dididik oleh 4 orang guru kelas dengan status Pegawai Negeri Sipil,” ungkap Kepala SDN 23 Tandai, Lendrawati, Selasa (14/6).

Dia menyebut masih kekurangan dua orang guru kelas, dan satu orang guru olah raga. Hal ini untuk memperlancar proses belajar siswa di kelas dan tidak lagi dirundung kekurangan pendidik.

“Dengan adanya kunjungan bupati dan wabup Solsel beserta rombongan minggu lalu, mudahan saja dapat mengabulkan permintaan SDN 23 Tandai yang merupakan sekolah satu atap dengan SMPN 23 Solok Selatan,” katanya.

“Semoga kebutuhan guru yang masih kurang ini, dikabulkan Pemkab Solsel. Sebab sudah dikunjungi bupati dan wabup Solsel,” terangnya.

Dia juga berharap kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, karena kondisi serba kekurangan yang menjadi kendala dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) semoga dapat segera terealisasi.

Baca Juga:  Pendapatan dan Belanja Solok Selatan Tak Imbang, Ini Kata Yulian Efi

Salah satu yang sangat dibutuhkan kata Lendrawati, pembangunan jembatan sekolah, pagar, dam, jaringan internet, dan rehabilitasi lainnya.  “Kita serba kekurangan, akses internet dan sarana lainnya,” sebutnya.

Bupati Solok Selatan, Khairunas mengatakan, akan melakukan segala pembenahan dan kekurangan sarana dan prasarana tersebut sesegera mungkin. Tanpa sarana dan guru yang lengkap, tentu sekolah akan sulit berkembang dan maju.

Sebab pendidikan merupakan program unggulan Pemkab Solsel. “Jadi, kita prioritaskan apa yang menjadi keluhan kepala sekolah. Terutama guru dan sarana, termasuk internet sekolah,” paparnya.

Bupati menyebut akan segera menuntaskan permasalahan pendidikan di SDN 23 Tandai, seperti kekurangan guru kelas dan tahun 2023 nanti dianggarkan  semua kekurangannya sarana dan prasarana sekolah.

Melengkapi sarana sekolah untuk memberikan keamanan, kenyamanan, serta kebutuhan yang harus dipenuhi pemerintah. “Keamanan dan kenyamanan siswa menjadi fokus kita dan di tahun depan kita anggarkan untuk sarana pendukung sekolah,” jelasnya. (tno)