Jalan Rusak, Warga Tiga Nagari Kesulitan Urus Administrasi Kependudukan

211
Wali Nagari Lubuk Ulang Aling Tengah, Yunidas berfoto dengan latar belakang kondisi jalan yang rusak. (Foto: Arditono-Padang Ekspres)

Warga di tiga nagari, di Lubuk Ulang Aling (LUA), Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan membutuhkan perhatian pemerintah. Pasalnya jalan tembus ke Kabupaten Dharmasraya, serta jalan dari Galo-Pulau Panjang menuju Nagari Abai kondisinya sangat memprihatinkan, terutama jika dilewati saat hujan.

Padahal jika akses jalan ini lancar maka dapat memperpendek jarak tempuh menuju Padang Aro, pusat Kabupaten Solok Selatan.

“Jika akses diperbaiki, sejam perjalanan kami bisa sampai di Abai. Tapi dengan kondisi terkini, butuh 2,5 jam perjalanan dengan jarak tempuh 46 kilometer. Itu hanya bisa dilalui dengan mobil dobel gardan,” ungkap Wali Nagari Lubuk Ulang Aling Tengah, Yunidas kepada Padang Ekspres, Selasa (16/6/2020).

Dia menegaskan, lebih dari 5 ribuan warga di Nagari Lubuk Ulang Aling, Lubuk Ulang Aling Tengah dan Lubuk Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari, merindukan daerahnya punya akses jalan yang lancar dan bagus.

Kendati daerah ini tahun 2019 lalu sudah terbebas dari status daerah tertinggal, tetapi warganya masih sulit menjangkau daerah Padang Aro karena akses jalannya yang buruk, sehingga mengganggu aktifitas warga yang ingin mengurus administrasi kependudukan, merujuk pasien sakit dan melakukan aktifitas lainnya yang berada di kawasan Padang Aro.

Ia berharap kondisi infrastruktur jalan di daerah ini menjadi perhatian pemerintah. “Seperti Jembatan Batang Jujuan, Jembatan Siat, bahkan Jembatan Sungai Ambuang pun menunggu roboh. Kalau itu terjadi, maka bertambah terisolasinya daerah kami,” tegasnya. (tno)