Hadapi Tingginya Kasus Korona di Sumbar, Andani Gagas Gerakan Semesta

197

Kasus pasien positif terinfeksi virus korona (Covid-19) di Sumbar masih tinggi. Data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Sabtu (17/10/2020) pukul 08.00 WIB, sebanyak 360 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sembuh 202 orang. 

Guna menyiapkan nagari-nagari yang berdaya dalam masa pandemi tersebut diperlukan usaha-usaha konkret dari berbagai lini untuk menghadapinya.

Konsep keterlibatan semua unsur di nagari tersebut disebut sebagai sebuah “gerakan semesta” yang diwujudkan dalam program Nagari Tageh atau tangkas/kuat.

Konsep ini disampaikan Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand Dr. Andani Eka Putra dalam rapat pembahasan pembentukan 7 Nagari Tageh di Padang Aro, Solok Selatan, Sabtu (17/10/2020).

“Edukasi paling bagus dimulai dari tingkat nagari. Perguruan tinggi nantinya akan mengisi konsepnya. Yang akan terlibat semuanya, baik unsur masyarakat, TNI/Polri, pemda serta mahasiswa di nagari tersebut. Ini kita sebut gerakan semesta menghadapi Covid-19, di mana semua orang terlibat aktif untuk mewujudkannya,” ujar doktor yang telah mendapatkan banyak penghargaan di bidang kesehatan tersebut.

Andani yang hadir bersama Direktur Nagari Development Centre (NDC) Unand Dr. Erigas Eka Putra mengatakan

tujuan utama program ini meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi dan menyikapi pandemi Covid-19.

Ia menginginkan, nantinya konsep Nagari Tageh yang disusun tersebut, tidak sekadar beretorika, tapi langsung diaplikasikan di lapangan dan semuanya bekerja dengan aktif.

Nagari Tageh menurutnya bukan hanya terkait kesehatan, tapi juga masalah ekonomi, sosial budaya, pangan, dan pendidikan dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai konseptor, sekaligus pelakunya di lapangan.

“Perguruan tinggi melalui para mahasiswa di nagarinya kita mintakan untuk menjadi tulang punggung dalam membantu wali nagari. Memberikan pengetahuan dan mendampingi langsung di lapangan,” terangnya.

Andani menambahkan bahwa konsep Nagari Tageh ini bukanlah pertama kali di Sumbar.

“Sudah ada yang membuatnya. Namun kita melihat perlunya sinergi yang lebih optimal lagi dan pengayaan konsep, dan menyinergikannya dengan konsep yang ada,” jelas Andani.

Ia berpesan agar langkah pertama yang harus dilaksanakan adalah memasang niat yang baik untuk membantu masyarakat, serta memulainya dengan Bismillah.

Sama halnya ketika pertama kali ia memanfaatkan laboratorium Unand untuk tes swab. Ia selalu memotivasi rekan-rekan kerjanya untuk memasang niat tulus untuk membantu masyarakat.

Sementara itu, Erigas Eka Putra mengatakan bahwa konsep yang disusun dalam menghadapi pandemi Covid-19 di nagari nantinya adalah dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk unsur informal leader seperti ninik mamak. “Mereka akan lebih didengar perkataannya di masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Jangan Mimpi jadi ASN Bisa Kaya

Kedatangannya ke Solok Selatan karena jiwa dan semangatnya untuk membangun dan mengabdi untuk nagari-nagari yang ada..

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Solok Selatan Jasman Rizal mengatakan salah satu fungsi Nagari Tageh nantinya memberikan sosialisasi, edukasi, dan kegiatan lainnya.

Terkait anggaran, dia meminta seluruh camat dan tujuh nagari yang akan dijadikan pilot project agar tidak memikirkan dulu terkait anggaran pelaksanaannya.

“Yang utama dulu saat ini adalah semangat dan kemauan kita untuk bersama-sama melaksanakan program ini nantinya. Masalah anggaran nanti kita diskusikan. Anggarannya tidaklah besar. Nanti akan dilibatkan semua, termasuk kita mintakan dukungan perantau,” ucapnya didampingi Kadis Sosial dan PMD/N Zulkarnaini.

Jasman meminta seluruh camat dan wali nagari proaktif dan bersemangat dalam pelaksanaan nantinya.

“Jangan mau kalah dengan semangatnya Pak Andani dkk. Pak Andani ini ke mana-mana ia selalu dibayar mahal, namun sekarang ia ke sini tanpa dibayar. Karena semangat dan keinginannya untuk membantu kita di Solok Selatan. Mudah-mudahan konsep ini nantinya bisa dilaksanakan juga di daerah lain,” ujarnya.

Jasman juga menyampaikan bahwa Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mendukung penuh terhadap program yang sedang disusun bersama Dr. Andani tersebut.

“Tolong sampaikan salam saya kepada seluruh camat dan wali nagari yang hadir. Saya akan mendukung penuh pelaksanaan program ini nantinya,” ujar Jasman sembari membacakan pesan Whatsapp Gubernur Sumbar kepadanya.

Dalam waktu dekat Jasman mengatakan bahwa 7 Nagari dari 7 kecamatan yang akan dijadikan pilot project tersebut akan segera di SK-kan, yakni NagaribAbai, Sungai Kunyit, Padang Air Dingin, Lubuk Gadang Selatan, Kapau Alam Pauh Duo, Sako Pasia Talang, dan Nagari Pakan Rabaa Tengah.

Dukungan pelaksanaan program ini juga datang dari Kapolres Solok Selatan, AKBP Tedy Purnanto, S.Ik,

“Selaku Kapolres kita siap mendukung program ini. Masyarakat masih banyak yang tidak percaya dengan wabah Covid-19 ini. Padahal nyata adanya, dan bukan konspirasi. Bukan hanya kita, Bahkan negara-negara maju pun terkena dampaknya,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menggerakkan semua kapolsek dan juga babinkantibnas di nagari-nagari yang akan menjalankan program ini.

“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, lnsya Allah bisa kita jalankan bersama-sama,” tukas Tedy yang hadir bersama Kasat Binmas Polres AKP H. Kamil Siregar.(rel)