Kinerja Pegawai Solsel Dipantau Lewat Aplikasi

74
PENGAWASAN: Bupati Solsel Khairunas me-launching aplikasi simpeg pemantau kinerja pegawai daerah didampingi Wabup Yulian Efi, Kepala BKPSDM Irwandi Osmaidi dan OPD lainnya.(ARDI/PADEK)

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg) Kabupaten Solok Selatan dikembangkan dalam mengukur keberadaan pegawai daerah. Baik di struktural perkantoran maupun dikalangan fungsional sekolah.

Simpeg tersebut diterapkan di tahun 2018, dalam menyongsong era digital mengukur kehadiran para pegawai yang sebelumnya diterapkan secara manual.

”Fitur presensi secara elektronik ini awalnya dimulai dengan presensi sidik jari dan rekam wajah. Nah, sekarang sudah dikembangkan mampu menjangkau keberadaan para pegawai daerah. Baik pegawai kantoran maupun pegawai sekolah dilingkup Pemkab Solsel,” kata Bupati Solok Selatan, Khairunas saat me-launching Simpeg Senin (17/1) di Aula Sarantau Sasurambi.

Dia menjelaskan, dengan adanya sistem penjangkau tersebut maka pegawai daerah tidak bisa lagi tidak disiplin kerja, karena selama jam dinas akan terpantau keberadaannya.

Dinilai Bupati kerja sistem finger print atau sidik jari dan rekam wajah masih ada sisi lemahnya. Sekarang sudah ada inovasi dari dinas terkait yang mengurus kepegawaian daerah dan sudah mengembangkan dalam bentuk fitur sistem yang bisa menjangkau setiap pegawai.

”Apakah mereka bekerja? Saat jam kerja berada di mana ?  Ini bisa kita pantau keberadaannya. Bagi yang indispliner, maka siap-siap diberikan sanksi sesuai beban pelanggaran disiplin tugas di masing-masing instansi,” terangnya didampingi Wabup Yulian Efi.

Baca Juga:  38 Pelanggaran Terjadi, Rata-rata Pengendara Tidak Punya SIM dan Helm

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solok Selatan, Irwandi Osmaidi memaparkan, pengembangan inovasi Simpeg ini setelah dilakukan kajian mendalam terkait penerapan sidik jari dan rekam wajah selama ini.

Masih bisa pegawai kantoran dan pegawai sekolah bolos di jam kerja, maka harus disiasati dengan penerapan presensi berbasis lokasi atau Location Based Services (LBS).

”Sebelumnya hanya berbasis website, sekarang kita kembangkan mejadi aplikasi user friendly yang berbasis android dan IOS. Sehingga dapat digunakan melalui smartphone pengawai negeri sipil. Disitu kita akan memantau kinerja pegawai,” terangnya.

Aplikasi ini merupakan inovasi baru BKPSDM bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Solok Selatan. Sistem kehadiran berbasis lokasi ini dapat di-download melalui play store atau app store pada smartphone dengan kode pencarian Simpeg Solsel.

Tujuannya agar pegawai daerah lebih giat bekerja, patuh dan meningkatkan disiplin kerja. Sehingga kecurangan dalam pelaksanaan tugasnya dapat diatasi. ”Bagi yang melanggar, sanksi yang akan kita berikan berupa pemotongan tunjangan pegawai dan kita atur dalam Peraturan Bupati (Perbup),” jelasnya. (tno)