Perkuat Fungsi LKAAM di Solsel, Jadi Mitra Pemkab

23
PERKUAT PERAN: Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar melaksanakan Pati Ambalau dan pengukuhan pengurus LKAAM Solsel di Aula Sarantau Sasurambi.

Pemkab Solok Selatan akan memberikan perhatian besar terhadap segala kegiatan terkait adat dan budaya.  Apalagi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) yang merupakan bagian dari pelestarian seni budaya daerah.

“Kami juga berharap fungsi LKAAM dapat diperkuat dan menjadi mitra penting pemerintah dalam percepatan pembangunan Solok Selatan,” harap Bupati Solok Selatan, Khairunas saat menghadiri pelantikan pengurus LKAAM Solsel, Kamis (17/3) di Aula Sarantau Sasurambi.

Dia mengatakan, LKAAM untuk dapat meningkatkan peran lembaga adat, seni dan budaya dalam interaksi sosial masyarakat. Tentu saja perlu dilakukan melalui penguatan kelembagaan adat seperti penguatan peran tungku tigo sajarangan.

Melalui program unggulan dari visi dan misi pemerintah daerah yakni untuk fasilitasi operasional Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan LKAAM.

“Kita harap lembaga adat dapat mendorong penguatan peran tungku tigo sajarangan dalam membantu pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan,” pintanya.

Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar mengatakan, dengan telah dilakukannya Pati Ambalau sekaligus pengukuhan pengurus LKAAM Solok Selatan yang di ketuai oleh Attila Majidi Dt Sibungsu dengan Sekretaris Sudirman Dt Pagaruyuang masa bakti 2021-2026.

Baca Juga:  Produksi Ikan di Solsel Rendah, Baru Tercapai 4,5 Juta Ekor

Dia mengharapkan tigo tungku sajarangan, yaitu ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai yang mempunyai peranan di LKAAM untuk dapat menjaga anak kemenakan termasuk menyelesaikan silang sengketa, pusako dan sebagainya.

“Jadi, gunakanlah amanah ini dengan sebaik-baiknya dalam mengayomi anak keponakan dan masyarakat dengan baik. Jangan sampai semua peranan jalan di tempat,” tuturnya.

Di samping itu, LKAAM Solok Selatan harus bisa bekerjasama dengan Bupati Solsel untuk mewujudkan pembangunan Solok Selatan ke depan. Semua tidak bisa berjalan sendiri karena pemerintah dan lembaga adat sama-sama memiliki peran sesuai bidang masing-masing. “Jadi, wujudkanlah kerja sama yang baik,” pesan Fauzi Bahar.

Dia menyinggung berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat. Seperti masalah kekerasan perempuan dan anak, Fauzi Bahar menyebut bahwa peran tersebut adalah tugas bersama LKAAM, ninik mamak dan pemerintah. Jadi, jangan sekadar mengemban jabatan. Akan tetapi tidak berjalan sesuai kodrat dan fungsi LKAAM itu sendiri.

“Pesan kita, perlu adanya peran LKAAM dalam meminimalisir angka kekerasan perempuan dan anak di ranah Minang,” paparnya. (tno)