Cabai Merah hanya Rp 16 Ribu Sekilo di Solsel

Sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) terus menunjukkan tren penurunan harga. Saat ini, cabai merah anjlok di harga Rp 16 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam turun jadi Rp 50 per kilogram.

Melda, 32, salah seorang pedagang sembako di Pasar Semimodern Padangaro mengatakan, selang dua pekan ke belakang, cabai merah sudah dua kali mengalami penurunan harga. Awal April harganya masih di kisaran Rp 24-25 ribu sekilo. Sepekan kemudian turun menjadi Rp 18 ribu per kilogram dan sekarang sudah Rp 16 ribu per kilogram.

”Kalau kami beli dari petani lebih murah lagi dari itu. Turunnya harga cabai merah ini karena stoknya lagi melimpah. Petani lokal banyak yang panen sekarang,” ujarnya, Jumat (17/4).

Dirinya lanjut Melda, sempat pula bertani cabai sebelum beralih jadi pedagang. Dikatakannya, cabai ketika panen dapat dipetik berkali-kali dan bisa sampai 13 kali pemetikan tiap pekannya. Puncak panennya di kisaran pemetikan ke 10.

”Namun begitu, petani cabai tentu merugi dengan harga anjlok saat ini. Walaupun bisa acap dipanen, namun biaya perawatan rutin bertani cabai juga menghabiskan banyak modal,” jelasnya.

Selain cabai, harga daging ayam konsumsi juga terpantau turun. Pekan lalu harganya Rp 60 ribu per kilogram. Turun Rp 10 ribu jadi Rp 50 ribu saat ini. Sedangkan bawang merah terpantau mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu minggu lalu jadi Rp 36 ribu per kg.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Solsel, May Rizki menyebut, ikut turunnya harga daging ayam konsumsi dipengaruhi turunnya permintaan. Sehingga stok jadi banyak dan harus terjual agar tidak rugi.

”Permintaan daging ayam untuk konsumsi itu sendiri yang turun saat ini. Salah satunya, dipengaruhi oleh menurunnya permintaan warung-warung makanan atau rumah makan,” katanya.

Semua terkait dengan dampak virus korona yang sedang mewabah saat ini. Pergerakan pedagang dan operasional rumah makan jadi terbatas. Konsumen yang juga jarang keluar rumah. Hal tersebut mempengaruhi daya beli dan jual barang.

Sedangkan untuk kenaikan harga bawang menurutnya, dipicu karena persediaannya memang sedikit. Sesuai hasil survei petugasnya ke lapangan di hari Pasar Padangaro pada Rabu kemarin katanya, beberapa pedagang bawang dari daerah tetangga sejatinya masih masuk berdagang ke Solsel.

”Pedagang dari daerah tetangga seperti Alahanpanjang dan Kerinci, rupanya masih masuk. Cuma, harga bawang merah tetap naik, mungkin panennya tidak sebanyak cabai. Kebetulan juga, aktivitas pasar kemarin, mulai sedikit ramai,” jelasnya.

Selain tiga kebutuhan dapur tersebut, bahan pokok yang lain masih stabil saat ini. Bawang putih misalnya, masih bertahan di harga Rp 40 ribu, cabai rawit Rp 12 ribu, tomat Rp 6 ribu dan kentang Rp 12 ribu sekilo. Termasuk gula pasir yang belum turun semenjak naik awal Maret lalu dan saat ini masih bertahan di harga Rp 20 ribu per kilogram. (p)