Gula Tebu Potensi Baru Sawahlawe

16
PRODUKSI: Rozi memperlihatkan produksi gula tebu rumah tangga miliknya yang diberi merek Gula Arumni.(IST)

Produk gula Tebu Arumi sudah dihasilkan oleh masyarakat di Jorong Sawahlawe, Nagari Pakanrabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Solok Selatan.

Produk rumahan ini mendorong perekonomian keluarga ke arah yang lebih baik, yang dihasilkan dengan cara manual dengan bantuan alat peras tebu.

“Per bulan saya cuma sanggup memproduksi rata-rata 50 kilogram dan dipasarkan sekitar Nagari di Kecamatan KPGD,” ungkap Rozi pelaku usaha rumahan Gula Tebu Arumi, Selasa (17/5).

Dengan keterbatasan alat, namun tidak mengendorkan semangatnya dalam memproduksi bahan mentah tebu menjadi gula tebu. Produsen rumah tangga ini untuk menjalani proses pembuatan gula tebu tersebut, sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Nusa Indah.

“Usaha ini sudah saya mulai sejak tahun 2018. Saat ini hasil produksi gula tebunya per bulan sekitar 50 kilogram, per kilonya dijual ke pedagang sebesar Rp 15 ribu,” paparnya.

Dia mengatakan bahan baku tebu diperoleh dari hasil kebun warga setempat, dan mengolahnya secara sederhana. Sehingga menghasilkan gula tebu siap jual.

Diakuinya belum mampu memproduksi untuk kebutuhan Solok Selatan, baru kebutuhan satu kecamatan dan ini pun juga belum terpenuhi seluruhnya permintaan pasaran saat ini.

Baca Juga:  Musim Hujan, Harga Jagung di Solsel Rp 4.400 per Kg! Jadi Buruan Tauke!

Sedangkan untuk pemasaran, pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Koperindagkop dan UKM Solok Selatan.  “Mulai dari pengepakan, distribusi, dan lain-lain. Kita juga dibantu pemasaran dan pembinaan,” terangnya.

Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Selatan Erniati Khairunas saat meninjau produk olahan rumah tangga itu menyebutkan, pihaknya berjanji akan membantu pengelolaan usaha gula tebu. Permintaan pasar yang banyak tetapi tidak dapat diiringi dengan jumlah produksi, ini menjadi salah satu kelemahan yang harus diatasi.

“Kita siap memberikan bantuan sehingga jumlah produksi gula tebu aruni ini dapat meningkat. Kapan perlu kebutuhan di Solsel setidaknya dapat ditampung,” paparnya.

Strateginya adalah meningkatkan jumlah bahan mentah melalui perkebunan tebu dan penyiapan para pekerja untuk membantu proses produksi gula tebu. Termasuk peralatan lain yang dibutuhkan, dengan begitu jumlah produksi bertambahan, tenaga kerja juga dapat diserap melalui produk Gula Arumni ini.

“Intinya, bagaimana ke depan produk gula tebu meningkat. Serta angka tenaga kerja dapat diserap melalui industri rumah tangga ini,” tandasnya. (tno)