Produksi Ikan di Solsel Rendah, Baru Tercapai 4,5 Juta Ekor

12
Bupati Solok Selatan, Khairunas.(IST)

Produksi ikan di Kabupaten Solok Selatan masih jauh tertinggal dari kabupaten/kota lain di Sumbar. Oleh sebab itu perlu adanya pengolahan hasil perikanan (poklasar) melalui kelompok pengelola ikan daerah.

“Jadi perlu adanya pembinaan kelompok pengelolaan ikan di tujuh kecamatan yang ada di Solsel. Sehingga dapat meningkatkan produksi ikan daerah,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Solok Selatan, Budiman, Selasa (17/5) di BBI Bariang Sangir.

Dia mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan perkarangan rumah untuk pangan kebutuhan harian, baik cabai, terung, dan jenis sayuran lainnya. Termasuk kolam ikan buatan, sehingga kebutuhan pangan dan ikan tidak harus selalu ke pasar.

“Pangan sangat penting disediakan di perkarangan rumah, hal ini dalam menghemat pengeluaran rumah tangga di samping pangan dan ikan terpenuhi,” paparnya.

Dia menjelaskan, 2,25 juta target produksi benih ikan. Baik jenis nila maupun ikan rayo yang telah diproduksi benihnya didua Balai Benih Ikan (BBI) Pakanselasa Kecamatan Pauhduo dan BBI Bariang Kecamatan Sangir sudah mencapai 4,5 juta ekor selama pertengahan tahun 2022.

Bahkan ikan hias jenis koil sudah dibenih 30 ekor indukan di tahun 2022 dan satu kali perkawinan sudah menghasilkan 2 ribu ikan koil. Bantuan di-restoking perairan umum di Solok Selatan juga mendapatkan dari Jambi 100 ribu ekor benih ikan nila, rayo dan lele dari dana pokok-pokok pikiran anggota dewan.

Baca Juga:  Vaksin PMK Diberikan 3 Tahap di Solok Selatan!

“Selama ini kita belum membudidayakan ikan hias, sekarang akan dimulai dikembangkan. Satu kali perkawinan baru 2 ribu ekor benih ikan koil,” tuturnya.

Bupati Solok Selatan Khairunas mengajak masyarakat rutin menkonsumsi ikan setiap hari. Sosialisasi ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Bariang Kecamatan Sangir. Dia mengatakan banyak manfaat yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi ikan, terutama program penyaluran benih ke masyarakat meningkat.

Ikan dikembangkan oleh pembudidaya ikan akan dapat mencukupi kebutuhan ikan di daerah. “Saya berharap mulai hari ini, mari kita rutin menkonsumsi ikan setiap hari. Sebagai penambahan protein bagi tubuh dan pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Secara komprehensif dia melihat dengan meningkatnya konsumsi ikan masyarakat, maka kebutuhan masyarakat akan ikan juga akan semakin meningkat. Hal ini akan memengaruhi peningkatan budidaya ikan baik oleh pemerintah maupun masyarakat

“Gemar makan ikan bersama anak Taman Kanak-kanak (TK) dan masyarakat, ini merupakan salah satu bentuk kampanye makan ikan usai Lebaran di Solok Selatan,” tuturnya. (tno)