Bikin Untung, Segini Harga Pinang Kering di Solok Selatan! Cek Harganya!!

364
BERTAHAN: Romadul Fajri petani Pinang di Lubukgadang Timur mengumpulkan buah pinang usai dipanen beberapa minggu lalu.(IST)

Komoditi buah pinang kering sejak beberapa bulan terakhir di Kabupaten Solok Selatan masih Rp 9.000 per kilogram. Harga tersebut masih menguntungkan para petani untuk menambah pendapatan keluarga setiap panen.

“Pinang kering masih Rp 9 ribu sekilo selama tahun 2022, hingga kini belum ada kenaikan harga. Harga segini masih untungkan kami para petani yang memiliki kebun pinang,” kata Romadul Fajri, Warga Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, Minggu (19/6).

Tahun lalu harga pinang sempat Rp 19.000 per kilogram. Tapi hanya beberapa bulan saja kemudian turun Rp 13 ribu sekilo. Awal Januari 2022 sempat Rp 11 ribu sekilo, tapi hanya sebulan saja harga kembali jatuh Rp 9 ribu.

Panen pinang tersebut ada sekali sebulan, sekali dua bulan. Tergantung musim. Dengan masih stabilnya harga pinang saat ini, cukup membantu perekonomian para petani. “Setidaknya dapat terbantu ekomomi keluarga dengan adanya musiman pinang saat ini,” sebutnya.

Lantaran panen masih sedikit, buah pinang ditaruh di pondok kebun. Nanti kalau sudah banyak baru dibawa pulang untuk dikelupaskan kulitnya. “Sudah 5 minggu pinang di ladang, kita kumpulkan dalam jumlah banyak baru dicongkel dan dijemur,” tuturnya.

Baca Juga:  Gubernur Janjikan Perbaikan 3 Ruas Jalan Solok Selatan

Firdaus, petani pinang lainnya mengatakan, pinangnya dibeli tauke juga seharga Rp 9 ribu sekilo. Dia menjualnya minggu kemarin, saat ini sedang menunggu buah pinang menguning baru diambil.

Kalau pinang muda dipanen, memang harganya cukup mahal ketimbang sudah matang. Tapi berdampak pada kondisi buah pinang yang ada, sehingga lebih memilih menguning dulu baru dipanen.

“Kemarin saya menjual 34 kilogram seharga Rp 9 ribu. Setidaknya dapat membantu ekonomi keluarga,” jelasnya.

Tauke Pinang Alpa Edison menyebut, memang harga pinang kering saat ini Rp 9 ribu rata-rata dibeli pedagang.  Setiap minggunya ia hanya mendapatkan rata-rata 700 kilogram pinang kering dari petani, jumlah tersebut bersaing dengan pedagang pinang lainnya.

“Saya hanya mendapatkan rata-rata 700 kilogram per minggunya, sekali-kali capai 1 ton tergantung musiman pinang,” jelasnya.

Pinang tersebut didistribusikannya ke Kota Padang. Di sana pinang tersebut terjual Rp 11 ribu hingga Rp 13 ribu sekilo. Setiap minggunya, harga pinang dibeli pemasok di Padang tidak stabil.

Kalau terjual Rp 13 ribu sekilo tentu saja ada keuntungan bagi para tauke di Solok Selatan. “Keuntungan yang saya dapat tergantung harga ketika dibawa ke Padang,” terangnya. (tno)