Koperasi Pegawai Solsel Bangkrut, Ini Penyebabnya!

24
Akmal Hamdi

Sebanyak 127 koperasi yang sudah berdiri di Kabupaten Solok Selatan, 78 koperasi aktif dan 49 koperasi bertatus tidak aktif termasuk Koperasi Pegawai Solok Selatan.

Koperasi pegawai statusnya tidak sehat ini berkecimpung dalam bidang usaha simpan pinjam, kondisinya sekarang sudah bangkrut dan tidak aktif lagi sejak 2017.

“Fungsi pemerintah pada fungsi pembinaan, permasalahannya keperdataan antara pengurus dan anggota. Karena banyak yang belum membayar pinjaman yang menyebabkan Koperasi Kepegawaian Solsel bangkrut dan tidak aktif lagi,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Solok Selatan, Akmal Hamdi, Selasa (19/7).

Dia menyebut, pengurus berupaya mengembalikan hak-hak anggota, namun belum bisa karena ías koperasi simpan pinjam ini sudah kosong sehingga banyak hak-hak anggotanya yang belum terpenuhi. Bahkan pengurusnya sudah pensiun, sehingga menyebabkan koperasi tidak berjalan semestinya dan juga melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Koperasi Pegawai ini mempunyai tunggakan. Solusinya bisa diambil apakah melalui penerimaan gaji pegawai sebagai anggota per bulan berupa gaji atau lewat Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP),” bebernya.

Akmal mengatakan, berdasarkan persentase kas yang membuat koperasi ini tidak bisa berjalan lama. Karena kondisi tidak normal, lantaran  banyaknya tunggakan simpan pinjam yang belum disetor anggota koperasi yang melakukan pinjaman.

Bahkan ketua pengurus koperasi pun sudah pensiun, sehingga membuat koperasi kepegawaian Solsel ini belum bisa berjalan seperti yang diharapkan. Juga anggota yang pensiun, belum bisa menerima haknya.

“Bagi anggota yang masih menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Solsel dan terdaftar, menurut hemat kita penghasilan gaji kecil. Jadi kecil harapan bisa menyetorkan hutang simpan pinjamnya, kecuali dicicil melalui TPP yang diterima,” pungkasnya. (tno)