Pengelolaan Pasar Padangaro Tingkatkan PAD

34
Ilustrasi.(IST)

Pengelolaan Pasar Padangaro, Solsel yang dilakukan oleh pengelola pasar diklaim telah mampu meningkatkan PAD Pemkab Solsel. Sekarang PAD dari pengelolaan pasar sudah mencapai Rp 162 jutaan dalam dua minggu belakangan ini.

Hal ini disampaikan Ketua Pengelola Pasar Padangaro Gustahimra, Rabu (27/7) saat ditemui di kawasan pasar. Gustahimra menyampaikan pengelolaan yang dimaksud seperti adanya persetujuan antara pedagang dengan pengelola pasar supaya dibuatkan tempat berjualan seperti meja dan lainnya.

Biayanya sesuai dengan harga kayu, papan, dan upah tukang. Ketika mereka direlokasi ke tempat berdagang yang baru sekitar dua bulan lalu.

“Saat pindah, mereka (pedagang,red) yang meminta agar dibuatkan tempat berjualan seperti meja dan bangku. Itu pun pedagang yang domisilinya jauh, ada yang di luar Solsel,” katanya.

Dia meluruskan, pedagang yang meminta dibuatkan lapak dagangan, bukan dari permintaan pengelola. Ini karena mereka pindah dari biasanya mereka berjualan di kiri kanan jalan samping pasar kelokasi depan terminal pasar. Bagi pedagang yang domisilinya di Padangaro dan sekitarnya, mereka membuat tempat berjualan sendiri.

“Namun yang jauh-jauh seperti dari Surian, Alahanpanjang Kabupaten Solok, dan dari Kayuaro Kabupaten Kerinci Jambi, mereka sesuai kesepakatan untuk dibuatkan meja sesuai ukuran tempat berjualan yang telah dilot,” papar pria yang akrab disapa Yumcandra itu.

Baca Juga:  Gubernur Janjikan Perbaikan 3 Ruas Jalan Solok Selatan

Sebelum pindah, memang diberikan arahan ke pedagang. Ukuran meja dan tempat dagang sama besar.  Kalau biasanya ada memiliki meja panjang harus dipotong, bagi yang sudah lapuk mejanya mereka minta diganti dengan yang baru oleh pengelola.

Pedagang yang meminta dibuatkan, harganya disesuaikan dengan harga kayu, papan dan upah tukang. “Kami tidak ada menyewakan,” tegasnya.

Pengelola katanya, akan terus memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Tentu semua ini akan dijadikan tolok ukur pembenahan pasar ke arah lebih baik lagi.

UPTD Pasar Kabupaten Solok Selatan, Osmal Hendri menyampaikan tidak ada sewa pelataran, yang ada pembebanan suka sama suka dari pedagang dengan pengelola hanya bersifat membuat meja pelataran untuk berdagang.

Dan tidak untuk semua pedagang. Sesuai peraturan daerah, retribusi yang akan diterapkan ke pedagang, perhitungan pelataran berapa yang dibutuhkan. Dalam perda Rp 800 per meter meja para pedagang.

“Kita contohkan, jika empat meter meja dagangan maka karcis dikenakan Rp 3.200. Begitu seterusnya sesuai luas lokasi yang ditempati, uang dipungut melalui karcis ini masuk ke PAD,” terangnya. (tno)