Menunggu Izin Kemenhut, Pekerjaan Jalan Tembus Talantam Terhenti

114
Pembukaan akses jalan Talantam. (net)

Lanjutan pembangunan jalan alternatif tembus ke Talantam, Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari, menunggu keluarnya izin dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Tataruang dan Pertanahan (PUTRP) Solol Selatan, Darmawan Effendi kepada Padang Ekspres, Selasa (27/10).  Saat pemindahan trayek jalan tembus Talantam tersebut sedang direvisi izin pinjam pakai kawasan hutan. Bila izin sudah keluar harus ada tata batas disepanjang izin tersebut, sebelum kegiatan pembangunan jalan baru itu dimulai. ”Saat ini kita sedang dalam proses revisi izin trayek, akibat izin jalan sebelumnya terbentur dengan bukit karang dan sulit ditembus,” kata Darmawan Effendi.

Lebar jalan tersebut 10 meter. Tahun 2019 lalu, sudah dibuka sepanjang 7 kilometer.  Namun sisa 6 kilometer dari arah Nagari Padang Limau Sundai, Kecamatan Sangir Jujuan tidak bisa ditembus lantaran sepanjang izin pembukaan jalan baru tembus Talantam tersebu ada bukit karang.

Justru itu, dilakukan revisi izin pinjam pakai kawasan hutan menuju daerah terisolasi tersebut, akibat dampak infrastruktur jalan belum tersedia. ”Bila jalan tembus ini tuntas dibangun, akses ke Padangaro, pusat Kabupaten Solok Selatan lebih dekat,” ujarnya.

Tidak hanya itu sebut Darmawan, bila tembus hubungan empat kecamatan semakin dekat. Seperti Kecamatan Sangir Batang Hari dengan Kecamatan Sangir Jujuan, Kecamatan Sangir Balai Jango, dan Kecamatan Sangir.

Baca Juga:  Gula Tebu Potensi Baru Sawahlawe

Disamping itu, sebagai jalur ekonomi masyarakat Sangir Batang Hari, terutama tiga kenagarian terpencil seperti Nagari Lubuk Ulang Aling, Lubuk Ulang Aling Tengah dan Lubuk Ulang Aling Selatan. ”Bukan saja untuk memperdekat empat kecamatan saja, tetapi jalur pengangkutan hasil bumi pertanian dan perkebunan masyarakat Lubuk Ulang Aling,” paparnya.

Artinya, bila akses ini tembus, maka perkembang daerah semakin pesat, pengurusan administrasi ke pusat perkantoran di Padangaro semakin dekat.  Di samping revisi izin pinjam pakai kawasan hutan ke Kemenhut tahun 2020 ini, juga perlu adanya rekomendasi dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Medan.

”Dari 13 kilometer jalan tembus dari Padang Limau Sundai menuju Talantam, 6 kilometer lagi mudahan bisa ditembus setelah revisi izim dari Kemenhut keluar,” jelasnya.

Sementara, Camat Sangir Batang Hari, Gurhanadi berharap, revisi izin ke Kementerian Kehutanan RI tuntas tahun ini, sehingga adanya akses terdekat yan bisa memutus mata rantai terisolasi daerah Lubuk Ulang Aling.  ”Tentu kami sangat berharap jalan tembus Talantam tuntas,” harapnya. (tno)