Izin Pinjam Pakai Hutan di Solsel Tuntas

70
Jembatan Sungai Lingkitang di Lubuk Gadang Timur, Solsel dibangun dengan anggaran Rp 90 Juta.

Pembangunan infrastruktur jalan tembus Sungai Sirih, Kecamatan Pauhduo, Solok Selatan (Solsel) menunggu izin dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.

”Tahun ini, insya Allah izin pinjam pakai kawasan hutan sudah dikeluarkan oleh Kementerian LHK,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan (PUTRP) Solok Selatan, Darmawan Effendi.

Dengan telah keluarnya izin dari kementerian, maka tinggal penentuan tata batas melalui Balai Pengembangan Kawasan Hutan (BPKH) Medan. Dengan begitu, pelaksanaan kegiatan pembangunan yang sudah dianggarkan tidak lagi ada kendala seperti pengerjaan jalan Teluk Airputih – Simpang PB.

”Ingin kita, izin ini meski harus dituntaskan. Sebab jika sudah ada anggaran pembangunan tidak terkendala seperti pengerjaan aspal jalan Simpang PB,” bebernya.

Untuk diketahui, sebut Darmawan, di tahun anggaran 2020 ini anggaran pembangunan Jalan Sungai Siriah Rp 10 miliar. Namun disebabkan adanya musibah wabah virus korona yang tengah menghantui masyarakat dunia dan masyarakat Solok Selatan.

”Dampak korona, keseluruhan anggaran harus diambil untuk penanganan covid-19. Tidak hanya Rp 10 miliar untuk Sungai Sirih, tapi anggaran jalan dan jembatan seluruhnya dipotong,” terangnya.

Diharap pengurusan izin yang direncanakan tahun 2020 ini selesai. Tentu saja berkaca mata kepada sejauhmana wabah pandemi itu berakhir. Seandainya kasus Covid-19 lambat tertanggulangi di Indonesia bisa saja rencana izin tersebut terkendala. Sebab saat Covid-19 ini tidak lagi bisa melakukan pertemuan atau rapat-rapat tertentu. ”Kita berharap Covid ini segera berakhir, agar pengurusan izin jalan Sungai Sirih bisa dituntaskan tahun ini,” paparnya.

Untuk infratruktur Jalan Taluak Air Putih -Simpang PB yang ruasnya sepanjang 24 km, sisanya sekitar 6 kilometer lagi yang akan di-hotmix. Ini terkendala akibat izin pinjam pakai kawasan hutan, terlambat yang menyebabkan pengerjaan hotmix dihentikan di tahun 2019 lalu.

“Sekarang izinnya sudah tuntas dan sudah dianggarkan kembali, bahkan sudah masuk ke proses tender. Tapi, lantaran ada wabah covid sehingga anggarannya dipotong,” terangnya.

Sementara, Camat Pauhduo, Bujang Basri sangat berharap Jalan Sungai Sirih tuntas perizinannya, karena berada di lingkaran kawasan. “Mudahan saja izinnya tahun tuntas dan tahun depan bisa dianggarkan kembali,” tukasnya. (tno)