Harga Cabai Turun, Bawang Merah Naik di Solsel

Ilustrasi

Pandemi virus korona (Covid-19) memberikan dampak terhadap sejumlah harga komoditi. Di Kabupaten Solsel misalnya, harga cabai merah hasil pertanian masyarakat anjlok, sementara harga bawang merah melonjak tajam.

“Harga cabai merah ini anjlok sejak wabah korona. Pasokan saat ini hanya dari petani Solsel saja. Namun bawang merah mengalami kenaikan tajam, karena pasokan dari daerah zona merah seperti Kabupaten Solok dan Kebupaten Kerinci, Jambi tidak masuk lagi,” ungkap Sasniati, 43, pedagang sayuran di Pasar Padang Aro, Rabu (29/4).

Sejak kemarin (29/4) pagi harga cabai merah jatuh menjadi Rp 10 ribu per kilogram dan siangnya mengalami kenaikan menjadi Rp15 ribu per kilogram. Dan bawang merah tembus Rp 40 ribu perkilogram.

Berbeda dari sebelumnya, kemarin pengunjung pasar cukup ramai, jauh berbeda dari hari atau minggu sebelumnya.

Jumlah pengunjung pasar sama seperti akan memasuki Lebaran. “Pasar sudah mulai ramai lagi, dan sebagian warga yang berbelanja sudah mematuhi aturan phsycal distancing atau jaga jarak satu sama lainnya,” tukasnya.

Mul Enti, pedagang lainnya mengatakan, kenaikan harga bawang merah lebih dipicu sejak diterapkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Apalagi saat ini daerah Solsel yang dikatakan Pemkab Solsel masih zona hijau, sudah dikepung oleh Kabupaten berstatus zona merah. Seperti Dharmasraya, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan dan Kerinci, Jambi.

“Sehingga pasokan bawang merah dari Surian dan Alahanpanjang, Kabupaten Solok tidak masuk lagi ke Solsel. Begitu juga dari Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Ini penyebab harga bawang merah naik,” tuturnya seraya mengatakan harga bawang merah sebelum wabah Rp 30 ribu per kilogram. Sekarang berada di harga Rp 40 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Solok Selatan, Budiman menjelaskan, biasanya hanya bawang putih yang melonjak tajam, tapi sekarang harga bawang merah iku mengalami kenaikan.

Kondisi harga kebutuhan harian per kilogramnya di pasar Padangaro, cabai merah Rp 15 ribu, cabai rawit Rp10 ribu, bawang merah Rp 40 ribu, bawang putih Rp 35 ribu, kentang Rp 12 ribu, tomat Rp6 ribu, kacang buncis Rp 8 ribu dan jenis sayuran lainnya masih stabil. “Harga beras varietas pertama Rp 20 ribu per gantang, varietas dua Rp18 ribu dan varietas tiga Rp16 ribu,” jelasnya.

Sedangkan harga gula pasir mengalami kenaikan menjadi Rp 20 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp13 ribu per kilogram. Telur ayam buras juga naik, kini perpapan Rp 44 ribu biasanya hanya Rp 36 ribu. Ayam buras satu ekor Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu tergantung ukurannya.

“Harga daging sapi Rp120 ribu per kilogram ikan air tawar Rp 38 ribu perkilogram dan ikan air laut Rp 50 ribu per kilogram,” pungkasnya. (tno)