Dari Zona Merah, 61 Warga Solsel Jalani Tes Swab

77
Ilustrasi pengambilan sampel swab. (Foto-IST)

Pulang dari zona merah, 61 aparatur sipil negara (ASN), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), petugas lapangan, TNI dan Polri di Solsel menjalani tes swab.

Pengambilan sampel swab tersebut berdasar intruksi Plt Bupati Solsel, Abdul Rahman, untuk memastikan tidak ada yang terkontaminasi penularan virus korona selama Lebaran di daerah zona merah. Seperti Padang, Pesisir Selatan, dan lainnya.

Dari 61 orang yang diambil sampel swab-nya, 51 di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan 10 orang lainnya perempuan.

“Sebanyak 61 sampel swab yang kita ambil hari ini (kemarin,red) sudah kita kirim untuk diuji di Laboraturium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solok Selatan, Novirman kepada Padang Ekspres, Jumat (29/5).

Pengambilan sampel swab itu sebut Novirman, dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Solok Selatan. Pengujian swab ini tidak saja dilakukan bagi mereka yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) saja.

“Orang yang melakukan perjalanan ke daerah zona merah, juga perlu diuji swab. Kita tidak ingin ada penambahan kasus covid baru di Solsel, seperti hal yang disampaikan Plt Bupati,” terangnya.

Dengan imun atau kekebalan tubuh dimiliki ASN, Kepala OPD, TNI, Polri dan Petugas Lapangan tinggi, bisa saja menjadi carier atau orang tanpa gejala (OTG) yang bisa menjadi media penghantar virus Covid-19 kepada orang lain.

Sebelum terjadi, maka perlu diantisipasi terlebih dahulu dalam masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 7 Juni 2020 di Solsel.

“Maka perlu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui pengujian swab terhadap mereka yang telah melakukan perjalanan ke daerah zona merah,” pungkasnya.

Ia berharap, hasil sampel 61 orang tersebut negatif, sehingga tidak ada penambahan kasus positif di Solok Selatan. “Kami dan masyarakat Solsel tentunya berharap tidak ada lagi penambahan yang terpapar Covid-19,” pungkasnya. (tno)