Upaya Pencegahan Penyebaran Korona, Pasar Raya Solok Ditutup

Memasuki hari kesepuluh pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Solok, Pemko memperketat pengawasan di Pasar Raya Solok. Salah satunya menutup jalan lingkar Kotopanjang. Bahkan Pasar Raya Solok ditutup untuk dilakukan penyemprotan disinfektan.

Kabid Pasar Raya Solok serta Penanggung jawab Satgas Covid-19 Pasar Raya Solok, Asrul kepada Padang Ekspres, Jumat (1/4) mengatakan, kondisi Pasar Raya Solok di jalan lingkar Kotopanjang memang tergolong mudah diakses sejumlah pengunjung baik dari Kota Solok maupun luar Kota Solok. Dengan terbukanya akses pengunjung dari luar Kota Solok, untuk bisa berbelanja ke Pasar Raya Solok membuat Pemko Solok sedikit kewalahan mengatur Pasar Raya Solok.

Apalagi, Kamis (30/4) sekitar pukul 10.00 ada pengunjung Pasar Raya Solok, asal Selayo, Kabupaten Solok yang pingsan saat berbelanja yang membuat keadaan Pasar Raya Solok mulai panik, dan takut pengunjung tersebut terjangkit korona (Covid-19).

“Saat ditemui sekitar pukul 10.30, warga tersebut pingsan. Lalu dibawa ke posko Covid-19 Bandapandung oleh tim untuk diperiksa. Saat diperiksa berdasarkan identitas pasien bernama Uul, 45, warga asal Selayo sebelumnya 2 hari yang lalu dari Pekanbaru,” katanya.

Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Nurzal Gustim, pengunjung Pasar Raya Solok yang bernama Uul,45, bersepakat diisolasi mandiri di rumah dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) minimal 14 hari. Setiap hari akan dipantau kondisinya.

Setelah adanya pengunjung Pasar Raya Solok pingsan, Wali Kota Solok Zul Elfian selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menggelar rapat bersama Forkopimda di Ruang Sekretariat Bersama Gugus Tugas, Kamis (30/4).

Zul Elfian mengemukakan keprihatinan dan kekhawatirannya melihat kondisi Pasar Solok dimasa pemberlakuan PSBB. “Saya prihatin dan sekaligus khawatir melihat kondisi pasar seiring diberlakukannya PSBB. Walau masuk zona hijau akan tetapi daerah sekitar kita telah masuk zona merah,” ungkapnya.

Dalam rapat telah disepakati akan dilakukan penutupan total jalan lingkar Kotapanjang Pasar Solok dan akan direlokasi ke Pasar Rakyat yang baru dekat Terminal Bareh Solok. Dan selanjutnya pada hari Sabtu 2 Mei dan Minggu 3 Mei 2020 akan dilakukan penutupan Pasar Solok karena akan disemprot disinfektan total oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Solok.

Terkait penyemprotan disinfektan, Kabid Pasar Raya Solok Asrul mengungkapkan akan melakukan upaya sterilisai dilingkar Kotopanjang Pasar Raya Solok pada Sabtu (1/5). “Akan tetapi kita kondisikan lagi pedagang di lingkar Kotopanjang Pasar Raya Solok ini,” katanya.

Lingkar Kotopanjang yang di depan Taman Kota Solok juga dipasang pembatas dinding seng. sehingga pengunjung pasar yang menggunakan sepeda motor tidak bisa lagi berlalu lalang disini. Asrul menambahkan, hari Sabtu 2 Mei mulai pukul 00.00 dan Minggu 3 Mei 2020 pukul 24.00 akan dilakukan penutupan Pasar Solok karena akan disemprot disinfektan total.

“Untuk Pasar lingkar Kotopanjang akan disemprot secara keseluruhan dengan menggunakan mobil Damkar. Dan pasar Induk akan didisinfektan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Solok. Oleh karena itu pelaku usaha, pedagang, parkir, dan lainnya agar tidak beraktivitas selama dua hari tersebut, juga diimbau agar dapat mengamankan warung, lapak, toko, selama penutupan wilayah pasar Raya Solok dilakukan,” katanya.

Dia juga menerangkan agar tetap berjalan roda perekonomian pedagang yang berjualan di jalan lingkar Kotopanjang dipindahkan ke Pasar Rakyat Solok yang baru di Terminal Bareh Solok. “Pasar ini sudah siap difungsikan karena kondisinya yang steril, dan mampu menampung sekitar 200 pedagang. Sehingga pedagang dan pembeli lebih leluasa bertransaksi,” katanya. (o)