Pedagang di Pasar Raya Solok Dialihkan ke Pasar Rakyat

Salah satu sudut Pasar Raya Solok.

Pemerintah Kota Solok memutuskan untuk menutup dan menghentikan seluruh kegiatan di Pasar Raya Solok sementara waktu, selama dua hari, Sabtu-Minggu (2-3/5). Kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan dan proses sterilisasi secara menyeluruh di bagian pasar. Penyemprotan dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus korona (Covid-19) di Kota Solok yang saat ini masih menjadi zona hijau.

Penutupan pasar selama dua hari itu akan dimanfaatkan untuk melakukan sterilisasi area pasar dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu, aktivitas jual beli di jalan lingkar Kotopanjang yang mayoritas diisi oleh pedagang sembako dialihkan ke pasar rakyat (Pasar Pagi Syariah Abdurahman bin Auf, red) yang berlokasi di samping Terminal Bareh Solok.

Proses pengalihan pedagang ini diikuti dan dipantau langsung oleh Wali Kota Solok Zul Elfian. Dalam menindaklanjuti penutupan Pasar Raya Kota Solok tersebut khususnya area jalan lingkar Kotopanjang, dirinya merasa berkewajiban dan bertanggungjawab untuk memberikan solusi dan jalan keluar bagi para pedagang dengan mengaktifkan pasar rakyat yang sudah berganti nama menjadi Pasar Pagi Syariah Abdurahman bin Auf itu. Berlokasi di samping Terminal Bareh Solok sebagai lokasi penampungan bagi pedagang kebutuhan pokok yang terkena imbas penutupan pasar di jalan lingkar Kotopanjang.

Pemanfaatan Pasar Pagi Syariah Abdurahman bin Auf ini mendapat respons yang sangat luar biasa dari pedagang. Walaupun pada hari pertama aktivitas di pasar syariah ini masih ditemukan beberapa kekurangan dalam pelaksanaan diantaranya masih belum tertata rapinya para pedagang tersebut. Tetapi pembukaan pasar syariah ini benar-benar membawa angin segar dan mampu memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi mikro di Kota Solok.

Zul Elfian mengumpulkan OPD terkait di lokasi tersebut dan memberikan arahan terkait bagaimana menata dan memperbaiki pelayanan di pasar yang telah dioperasikan itu. Menurutnya, masyarakat yang berkunjung ke pasar syariah ini juga merasa sangat terbantu karena lokasi itu lebih baik dari lokasi sebelumnya di jalan lingkar Kotopanjang yang sudah tidak memadai dan sudah tidak mampu menampung para pedagang.

Dalam kesempatan itu, Wako juga menyampaikan, saat ini tengah dihadapkan dengan ancaman serangan pandemi Covid-19. Untuk itu ia mengimbau agar pedagang maupun masyarakat pengunjung pasar untuk memperhatikan sosial distancing atau menjaga jarak antar orang serta menggunakan masker.

“Kepada pedagang diharapkan sebaiknya menggunakan sarung tangan, dan untuk pengunjung pasar untuk tetap menerapkan sosial distacing, dalam memutus penyebaran Covid-19, “ imbaunya.

Ia megungkapkan Pasar Syariah Abdurrahman bin Auf Terminal Bareh Solok akan dipakai untuk seterusnya. Melihat sudah banyak pedagang yang berdatangan dan akan dilakukan pendataan pedagang untuk menempati tempat yang telah disediakan.

”Selama ini pedagang di jalan lingkar Pasar Raya Solok yang berjualan di pinggir jalan akan kita relokasikan ke tempat yang baru ini. Tempat ini juga sangat higienis dan kita rasa tempat ini akan mampu menampung pedagang yang berada di jalan lingkar Pasar Raya Solok,” ujar Zul Elfian.

Salah seorang pedagang sayur, Anis saat berdiskusi dengan Wali Kota Solok menanggapi positif dan mengaku baru mulai jualan di Pasar Syariah Abdurrahman bin Auf Terminal Bareh Solok. (o)